Isu mengenai global warming atau pemanasan global semakin lama semakin menggemparkan. Setiap harinya para ilmuwan selalu membagikan data tentang bagaimana kondisi cuaca berubah di beberapa negara di dunia, salah satunya tentang lebih cepatnya musim semi menghampiri negara tertentu, juga tentang bagaimana es di kutub semakin lama mencair.
Indonesia yang merupakan salah satu negara yang terletak di wilayah khatulistiwa juga tak bisa lepas dari dampak pemanasan global ini. Terlebih lagi karena beberapa kali Indonesia disebut-sebut sebagai penyumbang semakin parahnya kasus tersebut. Dan di bawah ini ada tiga dampak pemanasan global yang lambat laun akan dihadapi negara kita ini.
Kehilangan 2000 pulau kecil
Beberapa tahun lalu, Indonesia sudah kehilangan puluhan pulau kecil karena bencana alam serta kerusakan lingkungan. Ada sekitar empat pulau Indonesia yang dinyatakan hilang sebagai dampak dari terjadinya tsunami Aceh beberapa tahun silam. Juga ada sekitar 20 pulau yang tenggelam di daerah Kepulauan Seribu karena eksploitasi yang dilakukan di sana.
Udara akan memanas
Banyak sekali negara asing yang menuduh Indonesia menyumbang emisi gas buang terbanyak setelah Amerika dan China. Hal itu disebabkan adanya pembakaran lahan hutan setiap tahunnya untuk digantikan dengan lahan kelapa sawit. Jika hal ini terus terjadi maka udara di negara ini sudah jauh dari kata aman dan nyaman.
Musim hujan dan musim panas akan mengalami perubahan jangka waktu
Jika kondisi udara sudah memanas maka musim yang ada juga ikut terpengaruh. Kita semua pasti tahu bahwa negara tropis hanya memiliki dua jenis musim yaitu musim hujan dan musim panas. Yang mana kedua musim tersebut masing-masing berlangsung selama sekitar enam bulan setiap tahunnya.
Isu global warming atau pemanasan global memang bukan merupakan sesuatu yang remeh temeh untuk diacuhkan. Sadar atau tidak hal ini bisa menyebabkan kekacauan besar di lingkungan sebuah negara. Dan jika kita hanya membiarkannya begitu saja maka bersiaplah bergelut dengan segala kekacauan yang ada.