Percayalah nggak ada sedikitpun keuntungan dari terjadinya bentrokan. Tapi yang namanya menghadapi realita, mau bagaimana lagi? Sejak dulu kita sudah belajar bahwa bentrokan tak menghasilkan apa-apa, yang ada malah memperkeruh suasana. Seperti yang terjadi di Bandung beberapa waktu silam. Kali ini ‘perang kecil’ terjadi antara massa GMBI dan FPI.
Namun, kita nggak membahas detail peristiwa tersebut. Yang lebih menarik adalah kehadiran sosok Damin Sada di tengah-tengah medan perang FPI dan GMBI. Ia adalah seorang tokoh dari Bekasi yang berani memanggil ketua GMBI, Mochamad Fauzan Rachman, untuk ketemu muka. Dengan jumawa ia menantang Fauzan duel satu lawan satu di Alun-alun Bekasi.
Alasan ajakan duel ini karena Damin Sada tak terima dengan kelakuan GMBI terhadap ulama.yang dipukuli. Damin Sada menjelaskan bahwa protesnya ini bukan lantaran ia anggota FPI, tapi ia sangat tak berkenan jika ada ulama yang diperlakukan secara kasar. Melihat tingkah polah Damin Sada ini, jadi penasaran siapa sebenarnya sosoknya?
Damin Sada Sang Jawara Bekasi
Aktif Dalam Kegiatan Kemasyarakatan
Sempat Membuat Kehebohan di Bekasi
Gelar Jawara yang melekat pada nama Damin Sada membuatnya semangat dalam berjuang. Sebelum tantangan duel ini, ia sempat membuat heboh Kota Bekasi dengan melakukan pembakaran patung lele yang dijadikan maskot daerah asalnya. Sebelum melakukan pembakaran, Damin Sada sudah melayangkan surat protes pada Walikota Bekasi.
Sudah banyak riwayat preman atau tokoh Jawara di Indonesia yang tak sebengis kelihatannya. Nyatanya, banyak orang yang ingin membangun negeri ini meski bergerak di jalur kanan maupun kiri. Menyelesaikan sebuah masalah lebih baik dengan menggunakan kepala dingin. Nggak perlu juga sebenarnya kekerasan dibalas dengan kekerasan. Yang lebih gentle adalah duduk bersama mencari solusi.