Bila melihat perkembangan sepak bola Asia Tenggara saat ini, agaknya budaya naturalisasi sudah menyebar ke banyak Timnas. Kalau dulu terlihat hanya Singapura saja melakukannya, kini beberapa negara sudah ikut-ikutan hal tersebut. Bahkan tidak tanggung-tanggung raksasa sepak bola kawasan ini yakni Thailand juga mengisi skuadnya dengan pemain naturalisasi. Terkait, metode itu tercatat Negeri Gajah Putih sudah menggunakan jasa 9 pemain naturalisasi sejauh ini.

Mulai dari Philip Roller, Mika Chunuonsee, Kevin Deeromram, Manuel Bihr, Tristan Do, Anthony Ampaipitakwong, Manuel Tom Bijou, Mark Baldini, hingga Charyl Chappuis. Khusus nama terakhir tadi, pastinya tidaklah asing di telinga pencinta sepak bola Indonesia. Selain kerap disebut-sebut Ronaldo kw oleh netizen tanah air, Chappuis juga terkenal punya riwayat prestasi hebat ketika membela negara sang ayah.

Bahkan sampai membuat klub elite Italia tertarik memboyongnya. Lantas seperti apakah sebenarnya Charyl Chappuis itu? Simak ulasan berikut untuk mengetahui.

Chappuis merupakan pemain berdarah Eropa dan Thailand

Seperti telah diungkap di awal tadi, jika dalam diri pemain 26 tahun ini mengalir darah salah satu negara di Eropa. Charyl Chappuis merupakan pemain yang dilahirkan dari pernikahan lintas benua. Di mana ayahnya yakni Daniel Chappuis adalah orang Swiss, sedangkan Pailin adalah warga negara Thailand.

Chappuis membela panji Swiss [Sumber Gambar]
Berkat kondisi ini, saat masih berusia belasan tahun pria berposisi gelandang tersebut sempat mengenakan seragam Timnas Swiss. Bahkan kabarnya sampai, berlaga di Timnas U-15 sampai dengan U-20. Ketika tergabung dengan Swiss U-17, dirinya sempat catatkan prestasi manis dengan mempersembahkan gelar juara Piala Dunia, usia sebelum menundukkan Nigeria di partai pamungkas dengan skor tipis 1-0.

Pemain naturalisasi Thailand yang sempat diminanti oleh rakasasa Italia

Pasca sukses menjadi juara dunia tersebut, karier Charyl Chappuis memulai mekar. Dengan ditandai mampu bermain di salah satu elite Liga Swiss yakni Grasshoppers Zurich. Tidak hanya itu saja, hampir semua jenjang usia Timnas junior juga pernah dibelanya. Dan puncaknya adalah, ketika banyak agen-agen klub Eropa menghubunginya.

Tim Juventus [Sumber Gambar]
Menurut lama footballtribe.com, tercatat ada 10 sampai 15 pemandu bakat yang mengontaknya. Dari semua itu, juga ada head youth development Juventus, Gianluca Pessotto yang menawarinya untuk bergabung dengan raksasa Italia itu. Tapi, hal tersebut ditolaknya, lantaran bimbang dan belum berani mengambil sebuah tantangan. Setelah hal tersebut karier dilanjutkan ke dua klub Swiss yakni FC Locarno dan FC Lugano.

Mempunyai prestasi ugal-ugalan setelah memilih berkarier di Thailand

Setelah dua musim, berkarier di Eropa akhirnya pada tahun 2013 Charyl memutuskan untuk melanjutkan kiprahnya di jagat sepak bola di negara sang ibu Thailand. Pada kompetisi sepakbola Negeri Gajah Putih, pria bertato ini mimilih Buriram United sebagai klub pertamanya, lalu berlanjut Suphanburi, dan sekarang Muangthong United FC.

Chappuis menjadi jawara Asia Tengggara [Sumber Gambar]
Selama bekarier di sana, Charyl Chappuis terpantau mempunyai banyak capaian emas, baik itu saat membela Timnas atau Klub. Di mana kini pemain naturalisasi ini sudah pernah merasakan dua kali juara Thai League 1 , Thai FA Cup, Thai League Cup, Kor Royal Cup, dan Mekong Cup Championship. Sedangkan kala berseragam Timnas, dirinya sudah persembahkan medali emas Sea Games tahun 2013, dan Piala AFF 2014.

Ronaldo Kw yang selalu menyimpan respect kepada sepak bola Indonesia

Ketampanannya dan bentuk fisiknya yang proposional, menjadi alasan bagi para netizen Indonesia menjuluki dirinya Ronaldo Kw. Apalagi dalam kiprahnya, ia juga kerap menggunakan nomor 7 yang membuatnya semakin disamakan dengan Bintang Portugal itu. Selain memiliki rupa yang bisa menyisir kaum hawa, Chappuis juga terkenal sebagai pesepakbola Thailand yang punya hubungan baik dengan insan bola tanah air.

Charyl Chappuis bermain di Liga Thailand [Sumber Gambar]
Seperti contohnya baru-baru ini memberikan dukungan dan simpati, atas kasus menimpa Ezra Walian yang gagal memperkuat Timnas U-23 lantaran kasus administrasi naturalisasi. Lalu, sebelumnya ketika Ronaldikin meninggal dunia, Chappuis juga ungkapkan rasa belasungkawa kepada orang mirip Ronaldinho tersebut, lewat media sosialnya.

BACA JUGA: Inilah Deretan Pemain Benua Biru yang ‘Ngebet’ Gabung Tim Merah Putih 

Kehadiran Chappuis di Timnas Thailand adalah bukti kalau budaya naturalisasi kini mulai tumbuh subur di berbagai negara Asia Tenggara. Sebuah hal yang wajar, lantaran kiblat sepak bola dunia macam Eropa dan Amerika Selatan terlihat juga banyak menggunakan jasa naturalisasi. Kalau sobat Boombastis bagaimana tim pro naturalisasi Timnas atau yang kontra?