Hidup di masa sulit seperti sekarang kadang membuat orang tak lagi berpikir dengan nuraninya. Asal bisa mendapatkan harta, maka segala cara ditempuh. Hal ini termasuk juga warisan yang mana sering membawa perkara. Gara-gara harta limpahan ini, sebuah keluarga bisa bubrah bahkan korban nyawa.

Banyak kejadian di mana seseorang nekat berbuat jahat karena warisan. Bahkan ada yang sampai menghabisi nyawa ibu kandung sendiri. Entah apa yang dipikirkannya, padahal tanpa ibu jangankan warisan, dirinya saja juga takkan eksis di dunia ini. Tak hanya ini saja, masih ada beberapa kejadian miris gara-gara warisan seperti yang akan Boombastis ceritakan berikut ini.

Aniaya ibu kandung sampai akhirnya meninggal

Masalah harta kadang bisa bikin seseorang buta mata dan hatinya, bahkan sampai tega menyakiti orang terdekatnya. Seperti yang dilakukan seorang pria asal Kebumen ini. Lantaran ingin warisan ia dengan tanpa ampun menyiksa ibu kandungnya sendiri.

Pelaku yang membunuh ibunya [sumber gambar]
Diceritakan sebelumnya jika sang ibu pernah membuat surat perjanjian soal tanah, namun pria berinisial TY ini memaksa agar dokumen tersebut diubah, dengan maksud ingin mendapatkan bagian. Namun sang ibu menolak hal tersebut dan terjadilah hal memilukan itu.

Mengetahui sang ibu menolak permintaannya, TY kemudian melempar botol minuman air ke arah wanita yang melahirkannya itu. Kemudian tak lama setelahnya pria 37 tahun ini menghajar sang ibu hingga mendorongnya. Wanita berinisial SD ini sempat dirawat di rumah sakit, namun nyawanya tidak tertolong seminggu kemudian.

Tanpa ampun bunuh ayah sendiri gara-gara warisan

Seorang kakek berusia 71 tahun asal desa Waekasar, Kabupaten Buru, Maluku, harus meregang nyawa di tangan anaknya sendiri. Alasannya tak lain karena masalah warisan. Menurut penelusuran, diketahui pelaku yang berusia 39 tahun ini tak terima lantaran sawah milik ayahnya jatuh ke tangan saudaranya yang lain.

Ilustrasi pembunuhan [sumber gambar]
Tanpa ampun pelaku kemudian mengambil balok kayu dan memukul ayahnya hingga tewas. Diketahui sebelum aksi keji tersebut terjadi, keduanya sedang terlibat cekcok. Pelaku yang berhasil ditangkap oleh pihak kepolisian kemudian terancam hukuman 20 tahun penjara. Sifat iri meskipun terkesan remeh, tapi bisa membuat seseorang kehilangan nyawanya.

Nenek yang digugat empat orang keluarganya

Seorang nenek bernama Darminah nampaknya belum bisa menikmati masa tuanya dengan damai. Hal tersebut lantaran tiga orang anak dan seorang cucu menuntut dirinya terkait warisan. Hal yang miris adalah ternyata gugatannya sudah ada dan sang nenek harus mulai berjibaku dengan proses pengadilan.

Nenek Darmina [sumber gambar]
Sejak kematian suaminya, Darminah mulai merasa janggal dengan anak-anaknya. Mereka seolah-olah menghilang tanpa pernah mengunjungi dirinya. Sampai akhirnya tiba-tiba datang surat dari pengadilan yang ternyata diinisiasi oleh keluarga dekatnya sendiri. Darminah sendiri sudah pernah datang ke pengadilan dengan susah payah karena usianya. Ketika itu prosesnya masih dalam tahap mediasi.

Diketahui saat itu Darminah merasa gemetar dan ketakutan. Sampai-sampai ia melontarkan, “Dasar anak-anak serakah semua, durhaka.” Sekarang ini Darminah tinggal bersama cucunya yang bernama Angga lantaran lebih nyaman.

Bacok kakak sendiri lantaran warisan

Warisan kadang membuat seseorang tidak berpikir panjang. Seperti yang dilakukan oleh pria 40 tahun bernama Edi ini. Tiba-tiba pada suatu pagi ia mendatangi rumah kakak kandungnya dan melakukan penganiayaan. Membawa sebuah parang sang adik menyabet kakak kandungnya yang membuat pria bernama Adi ini mengalami luka robek pada bagian ketiaknya.

Ilustrasi penganiayaan [sumber gambar]
Dikonfirmasi oleh kepada desa setempat jika akar masalahnya memang terkait pembagian warisan dari orangtua keduanya. Namun tidak diketahui alasan spesifik yang membuat Edi begitu emosi. Untungnya Adi sempat diselamatkan dan mendapatkan perawatan dari puskesmas setempat. Sang adik sendiri berhasil diciduk oleh pihak kepolisian.

BACA JUGA: Durhaka! Demi Warisan Seorang Anak Tega Menganiaya Ibunya Sampai Babak Belur

Warisan memang sebaiknya segera dibagikan, namun harus yang seadil-adilnya dan sesuai hukum yang dipercaya dan disepakati. Hal yang penting juga adalah jangan pernah serakah terhadap warisan, karena memiliki hak yang bukan milik sendiri itu selalu akan berakibat buruk. Mungkin tidak untuk dirinya, tapi bisa jadi anak keturunannya.