Hujan merupakan anugerah Tuhan dianugerahkan kepada manusia. Bagi para petani terutama, hujan menjadi berkah tersendiri yang fungsinya untuk pengairan sawah. Akan tetapi, di satu sisi hujan bisa menjadi hal yang tak disukai bahkan kalau bisa dihindari saja. Misalnya, untuk orang yang akan menggelar hajatan atau pernikahan, acara besar seperti pembukaan kegiatan di Istana Presiden, upacara penting, serta kegiatan lain.
Maka dari itu, orang Indonesia punya cara tersendiri untuk mengatasi masalah ini. Yang paling sering adalah mengundang pawang hujan, yang dipercaya bisa menangkal jatuhnya air dari langit agar tak merusak acara yang sedang berlangsung. Seperti apakah tradisi yang populer di Indonesia ini? Yuk baca sampai tuntas!
Metode tusuk sate (cabai, bawang putih, bawang merah dan lidi)
Dengan menggunakan pakaian dalam
Larangan mandi untuk orang yang punya hajat
Panggil pawang hujan
Kalau BMKG bisa memberikan ramalan cuaca, maka pawang hujan adalah oleh yang memberikan praktiknya. Pawang hujan ini bukan lagi hal yang asing di Indonesia, bahkan sudah menjadi budaya tersendiri. Acara-acara besar yang digelar di Istana, seperti misalnya pembukaan Asian Games kemarin, pasti ada campur tangan si pawang hujan. Menjadi pawang hujan ini ternyata tak semudah yang dibayangkan loh Sahabat. Seperti yang dikatakan oleh Abah Nanu dalam wawancara dengan Hitam Putih. Profesi pawang hujan sudah ia lakukan sejak tahun 1993, dalam hal ini ritual yang dilakukan adalah salat sunah (sunah mutlak, sunah tahajud) serta zikir-zikir lain. Ada pula ritual lain pawang hujan dengan kemenyan dan tanah yang dilempar di halaman. Tapi kembali lagi, kalau menurut Abah Nanu, yang utama tetaplah doa.
Nah, itulah cara yang sering dilakukan oleh masyarakat Indonesia untuk menahan turunnya hujan. Fenomena ini mungkin tidak bisa dijelaskan secara ilmiah, tapi di Indonesia sendiri, 4 hal ini sudah mendarah daging dan pasti dilakukan saat menyelenggarakan acara besar –terutama jika memang lagi musim hujan.