Kita pasti pernah mengalami momen salah orang. Misalnya menepuk seseorang di jalan dikira teman eh ternyata orang lain. Kadang kalau sudah terjadi malu banget ya. Apalagi kalau respon si orang tersebut tidak mengenakkan atau sampai marah. Tapi, itu masih mending sih. Gimana kalau camat dikira tukang sapu?
Bukan sinetron, peristiwa tersebut beneran terjadi di dunia nyata, tepatnya dialami oleh Camat Samarinda Kota bernama Anis Siswantini. Kejadian ini sempat terekam video dan kemudian viral. Nah, kalau menurutmu Camat dikira tukang sapu kurang epik, Presiden Sukarno dulu juga pernah mengalami hal serupa. Beliau bahkan disangka kang kebun.
Lalu seperti apa cerita keduanya? Simak kisah menariknya berikut biar kamu nggak mengalami hal serupa.
Kronologi camat dikira tukang sapu
Ceritanya dimulai ketika Camat Anis hendak mengikuti kerja bakti di SMPN 2 Samarinda yang tak jauh dari kantornya. Lantaran dekat ia dan stafnya pun berjalan kaki sambil membawa peralatan bersih-bersih. Ketika sedang berjalan ini kemudian seorang pria yang diketahui merupakan pimpinan sebuah kantor di daerah situ memanggil dirinya.
Pelaku minta maaf dan katanya cuma bercanda
Selepas kerja bakti Anis pun menghampiri kantor tersebut dan memarahi si pimpinan tadi. Sang Camat mengatakan jika apa yang dilakukan sang pria bukanlah sifat seorang pimpinan. Masa seenaknya saja menyuruh orang lain membersihkan sampahnya.
Bung Karno yang dikira kang kebun
Setali tiga uang dengan yang dialami oleh Camat Anis, siapa sangka Bung Karno juga pernah mendapati perlakuan serupa. Diketahui sang Bapak Bangsa ini memang suka sekali yang namanya berkebun, ia juga tak suka kalau tanaman di lingkungan sekitarnya tak terawat. Jadi, suatu ketika saat hari masih pagi gelap, Pak Karno melihat taman yang tidak terawat, lalu berinisiatif menanganinya.
Alih-alih ngamuk dan memecat sang tukang kebun, si Bung Besar malah menanggapi teguran Made dengan enteng. Ia mengatakan kalau dirinya hanya mau membantu saja. Selepas itu Made pun tak berhenti meminta maaf. Ia merasa amat malu dan bersalah.
BACA JUGA: Fakta Tentang Peci Soekarno yang Mungkin Belum Kamu Tahu
Namanya manusia memang tempatnya salah. Tapi ya ada baiknya berhati-hati, jangan sampai melakukan hal-hal konyol seperti kejadian salah orang di atas. Beberapa orang mungkin bisa saja tidak terima dengan salah perlakuan tersebut sehingga menjadi panjang urusannya. Hmm, kan serem ya jadinya.