Categories: Tips

Keistimewaan yang Didapat Buruh Negara Lain, Tapi Tidak Didapat Buruh Indonesia

Kemajuan sebuah negara dapat dilihat dari kesejahteraan penduduknya secara finansial. Meski itu bukan satu-satunya tolok ukur, namun kemapanan finansial adalah faktor yang cukup penting. Oleh karena itu sebisa mungkin kebijakan pemerintah harus mendukung kemapanan ekonomi warganya.

Di hari buruh ini, Boombastis akan membahas beberapa “keistimewaan” yang didapat buruh di negara lain, namun sayangnya belum bisa dinikmati buruh di Indonesia. Keistimewaan tersebut menyangkut banyak faktor, termasuk menyangkut soal ibadah.

1. Buruh di Australia Diberi Uang Untuk Proses Melahirkan dan Dibantu untuk Membeli Rumah

Australia memang sering disebut-sebut sebagai negara yang paling diimpikan para pekerja. Bayangkan, dengan menjadi loper koran atau pelayan di restoran cepat saji saja, anda bisa mendapatkan gaji lebih dari Rp.20.000.000 per bulannya. Tidak heran jika banyak sekali warga negara asing yang ingin menjadi bagian dari pekerja di negeri kangguru tersebut.

Buruh Australia [Image Source]
Selain itu, buruh di Australia diberi banyak fasilitas penunjang. Bagi pekerja yang dalam proses melahirkan, akan diberi gaji pokok penuh dan uang tunjangan sebesar AUS$800. Selain itu, jika buruh ingin membeli rumah, maka perusahaan akan mencoba membantu dengan memberikan subsidi. Sementara di Indonesia, belum ada kebijakan soal subsidi tempat tinggal bagi pekerjanya.

2. Buruh di Saudi Arabia Punya Jam Shalat Khusus

Saudi Arabia memang negara dengan peraturan syariah yang ketat. Oleh sebab itu, jadwal beribadah seseorang sangat dihormati. Di Arab, seorang pekerja akan diberi waktu sebanyak 1.5 jam per hari untuk istirahat makan dan shalat.

Buruh Saudi Arabia [Image Source]
Sementara di Indonesia, waktu yang dipakai untuk shalat adalah waktu makan siang. Tidak jarang pula terjadi kasus dimana buruh dan perusahaan bersitegang akibat waktu beribadah yang sangat sempit. Tidak hanya di instansi swasta, namun juga di instansi negeri.

3. Tidak Ada Sistem Kontrak untuk Buruh di Inggris

Di Inggris, tidak ada istilah pekerja kontrak. Semua pekerja adalah pekerja tetap yang dijamin keberlangsungan kerjanya oleh perusahaan. Sistem kontrak hanya berlaku untuk tim ahli yang memang harus bekerja berpindah-pindah.

Buruh Ingris Masa Lalu [Image Source]
Sementara di Indonesia, dari tahun ke tahun buruh berusaha meminta penghapusan sistem kontrak. Lebih parah dari itu, Indonesia juga masih memiliki sistem outsourcing dimana sang pegawai akan dipotong gajinya oleh perusahaan penyalur tenaga kerja.

4. Gaji Buruh di Singapura Disubsidi Pemerintah

Di Singapura, tidak ada ketetapan soal berapa gaji minimun yang diterima buruh. Pemerintah tidak ingin memberatkan pihak swasta jika ada standar khusus yang harus mereka penuhi. Namun, pemerintah Singapura memberi solusi atas masalah itu dengan subsidi untuk gaji buruh.

Buruh Singapore Keturunan India [Image Source]
Dan subsidi itu tampaknya berhasil. Terbukti dengan terpilihnya Singapura sebagai kota paling mahal dan taraf hidup warganya sangat baik. Sementara di Indonesia, belum ada inisiatif untuk mensubsidi gaji buruh.

5. Kenaikan Gaji Buruh di Belanda Berdasarkan Umur

Belanda adalah salah satu negara dengan peraturan perburuhan yang cukup adil. Para buruh akan diberi gaji bulanan beserta tunjangan cuti. Jadi, meski anda sedang cuti dari bekerja, anda tetap mendapat uang tunjangan dari perusahaan.

Selain itu, belana juga menerapkan sistem kenaikan upah minimum berdasarkan umur. Semakin tua seorang buruh, maka upah dan tunjangan cutinya semakin dinaikkan. Sementara di Indonesia, kenaikan gaji dilakukan hanya dua atau lima tahun sekali, bukan setiap tahun.

Buruh Belanda [Image Source]
Demikianlah beberapa data tentang keistimewaan buruh di negara lain. Memang tidak adil membandingkan kondisi perburuhan negara maju dengan negara kita yang masih berkembang. Namun setidaknya kita bisa belajar dari sistem yang diterapkan negara-negara tersebut.

Bagaimana menurut anda? Apakah hak-hak di atas juga wajib dimiliki buruh Indonesia? (HLH)

Share
Published by
Halimah Halimah

Recent Posts

Statemen Arra Bocah Viral Dianggap Menyinggung Pekerja Pabrik, Ortu Dikritik Netizen dan Psikolog

Fenomena viral Arra, bocah lima tahun yang dikenal karena kepandaiannya berbicara dengan gaya dewasa, kembali…

1 week ago

Profil Fedi Nuril, Sang Aktor yang Gencar Kritik Pemerintah dan Pejabat Publik

Nama Fedi Nuril akhir-akhir ini kembali dikenal publik. Bukan karena kembali membintangi film dengan tokoh…

2 weeks ago

Kontroversi RUU TNI yang Mendapat Penolakan Masyarakat

Kamis (20/3/2025) pukul 03.00 WIB, saat asyik scrolling media sosial X sambil sahur, mata tertambat…

2 weeks ago

Indonesia Airlines, Maskapai Indo tapi Memilih Berpusat di Singapura

Dunia aviasi Indonesia bakal semakin berwarna dengan kehadiran burung-burung besi baru. Indonesia Airlines, sebuah perusahaan…

2 weeks ago

Kasus Pencabulan oleh Kapolres Ngada, Akhirnya Pelaku Dimutasi

Lagi-lagi rakyat Indonesia dibikin geleng-geleng kepala oleh ulah aparat penegak hukum. Kali ini kasusnya sedang…

3 weeks ago

Terkuaknya Skandal Aktor Termahal Korea Selatan, Netizen: Hindari Pria Korea

Baru-baru ini, dunia hiburan Korea Selatan diguncang oleh skandal yang melibatkan aktor papan atas, Kim…

3 weeks ago