Kehancuran alam semesta adalah hal yang pasti terjadi. Bagaimanakah dahsyatnya? Mungkin hal tersebut tak bisa kalian bayangkan dengan hanya berbekal menonton film kiamat 2012 dan sejenisnya, di mana seseorang masih bisa menghindar dengan menaiki pesawat terbang atau mungkin membangun tempat persembunyian yang jauh di dalam perut bumi.

Kiamat yang merupakan momok menakutkan ini ternyata juga menjadi kekhawatiran banyak orang. Alih-alih mempersiapkan diri dengan beramal, ada nih yang malah membangun bunker (rumah perlindungan) untuk mereka ditinggali saat bumi hancur lebur. Salah satu dari banyak orang yang memiliki bunker tersebut akan Boombastis.com ulas dalam uraian berikut.

Robert Vicino dan pembangunan bunker kiamat

Robert Vicino [Sumber gambar]
Robert Vicino adalah wiraswasta yang punya catatan kesuksesan di kancah global dalam bidang manufaktur, pemasaran, dan pengembangan real estate. Di usianya yang masih 20 tahunan, ia telah sukses dan punya seratus karyawan yang bekerja di perusahannya. Pada tahun 1980, ia terinspirasi untuk membangun tempat berlindung bagi ribuan orang untuk menyelamatkan mereka dari kehancuran dunia di masa depan. Dengan berbekal keyakinannya, ia mulai mencari gua bawah tanah serta lahan yang sudah tak digunakan lagi untuk menyalurkan misinya.

Lahirnya Vivos Project yang menangani pembuatan bunker kiamat

Vivos Project [Sumber gambar]
Ide tersebut ternyata baru terwujud 28 tahun kemudian. Robert meluncurkan Vivos Project sebagai usaha yang didanai secara pribadi untuk menyediakan solusi tempat tinggal jaminan jiwa bagi sebanyak mungkin orang dalam menghadapi hampir semua bencana. Tak peduli dengan ejekan dan mulut pedas netizen, ia terus menyempurnakan bunker yang berada di Jerman (dengan area seluas 76 hektare) ini serta menyebutnya dengan nama ‘Bahtera Nuh’, ya mungkin karena memang terinspirasi dari cerita penyelamatan Nabi Nuh saat banjir bandang ya.

Menyewa berbagai ahli untuk membuat bunker layak huni

Area Private bunker [Sumber gambar]
Awalnya, bunker itu dibangun oleh pihak Soviet selama Perang Dingin, untuk tujuan sebagai benteng dan menampung peralatan militer termasuk amunisi. Namun, setelah Perang Dingin tamat, Pemerintah Jerman-lah yang mewarisi peninggalan bangunan megah itu. selanjutnya, lahan luas beserta semua propertinya itu dibeli oleh Robert dan dilakukan perbaikan berbagai fasilitas. Ia sengaja menyewa pakar dari berbagai disiplin ilmu untuk menjadikan bunker ini layak huni. Tim ahli yang didatangkan adalah mereka yang ahli di bidang teknik, arsitektur, konstruksi, kedokteran, psikologi, kesehatan, nutrisi, hukum, konstitusi, keuangan, manajemen, logistik, manufaktur, keamanan dan pertahanan diri, masing-masing didedikasikan untuk membawa jaringan Vivos menjadi kenyataan di seluruh dunia.

Fasilitas yang ada di dalamnya

Fasilitas di dalamnya [Sumber gambar]
Jangan tanya seperti apa di dalam bunker ini, pastinya mewah dan serba lengkap. Melansir sindonews.com, seperti hotel bintang lima yang di bawah tanah dan mirip dengan kapal pesiar bawah tanah untuk kalangan elite. Di dalamnya terdapat beragam fasilitas mewah dan ruang yang luas, yang bisa menampung para anggota keluarga. Semua persediaan makanan dan barang untuk bertahan hidup juga sudah disediakan. Pertanyaannya sekarang, kira-kira berapa bayaran yang harus dikeluarkan jika kamu hendak menumpang dan punya satu kamar di sana? Hal tersebut tidak dijelaskan secara rinci oleh Robert. Tapi, yang jelas bukan satu atau dua juta ya, mungkin bisa miliaran bahkan triliunan, Sobat.

BACA JUGA: Persiapan Kiamat, 5 Negara Ini Sudah Membangun Perlindungan Jika Dunia Dihancurkan

Meski sebagian orang pasrah akan nasib mereka di hari kiamat dan hanya mempersiapkan diri serta amal sebanyak mungkin, ternyata ada ya yang masih mau berlindung dan takut akan hancurnya alam semesta. Cukup lucu sih, karena kiamat bukanlah kejadian yang bisa diprediksi sehingga mereka juga enggak tau kapan bisa menggunakan bunker ini.