Membaca buku memang hal yang sangat menarik bagi sebagian orang. Ya, bisa mengisi waktu luang namun dengan hal yang sangat berguna. Tak peduli setebal apa buku tersebut, namun kalau sudah suka, seolah kita sudah terserap masuk ke dalam dunia yang ada diciptakan oleh sang pengarang. Jadi wajar kadang ada yang mampu baca berjam-jam karena asyiknya.
Meskipun baca buku memang asyik, namun kamu tahu gak sih kalau ada bacaan di dunia ini yang ternyata mematikan. Jangankan untuk dibaca, menyentuhnya saja bisa bikin kamu pergi ke alam barzah. Lalu apakah itu buku sihir? Atau buku perjanjian dengan setan? Nah biar gak penasaran, simak ulasan di bawah ini.
Sebuah buku biasa berisi karya arsitek masa lalu
Ternyata buku yang dianggap paling berbahaya ini bukanlah mantra sihir atau voodo seperti yang banyak orang kira. “Shadows from the Walls of Death: Facts and Inferences Prefacing a Book of Specimens of Arsenical Wall Papers” sejatinya hanya sebuah buku yang menceritakan salah satu jenis arsitek masa lalu.
Bukti kalau buku ini amat berbahaya
Usut punya usut, ternyata yang membuat banyak orang meregang nyawa dan buku itu berbahaya adalah arsenik. Ya, Dr. Kedzie waktu itu mengetahui kalau wallpaper dinding yang sering dipakai masyarakat mengandung arsenik dan menyebabkan banyak orang jadi sakit dan meninggal.
Banyak perpustakaan yang melenyapkannya
Lantaran desas-desus mengenai mematikannya buku yang satu ini bukan isapan jempol semata, beberapa perpustakaan yang dikirimi Dr. Kedzie memilih membakarnya. Hal ini untuk mencegah agar orang-orang tidak sembarangan membuka buku ini dan terkontaminasi racun arsenik. Namun ada pula yang tetap menerima buku ini, namun harus dibungkus dengan plastik pelindung khusus.
Cerita tentang buku yang meregang nyawa
Tujuan dari pembuatan buku ini sejatinya baik, untuk menyadarkan orang-orang pada waktu itu akan bahaya arsenik. Namun demikian, hal ini terlalu berisiko karena bisa membuat nyawa seseorang dalam bahaya. Dilansir dari laman Okezone, ada seorang wanita yang akhirnya harus meninggal karena kasus ini.
BACA JUGA: Nostalgia Pepak, Buku ‘Tutorial’ Bahasa Jawa yang Wajib Ada di Tas Bocah SD Zaman Dulu
Malapetaka dari buku ini ternyata bukan isapan jempol semata. Kembali lagi kalau semua dilakukan untuk memperingatkan masyarakat akan bahaya yang selama ini mengintai secara diam-diam. Agar kita lebih awas. Bukan dari tempat yang jauh namun bisa datang dari sekitar kita.