Ketika melihat seorang difabel, mungkin kita merasa mereka perlu dikasihani. Misalnya kita beri uang, makanan atau lain sebagainya. Ini dikarenakan hati kita yang sudah terketuk untuk lebih mengistimewakan orang-orang dengan kekurangan di tubuhnya.
Namun pemikiran itu sepertinya perlu kita buang jauh-jauh saat ini. Sebab, para difabel kini tak perlu untuk dikasihani. Mereka tetap bisa bekerja meskipun dengan kekurangan di tubuhnya. Berikut adalah bukti-buktinya.
Menolak menjadi pengemis dan memilih berprofesi sebagai montir
Zulkifli namanya. Ia adalah pria yang sangat gigih dalam menyambung hidup. Sebab dirinya kini berprofesi sebagai montir. Meskipun kedua kakinya lumpuh sejak lahir, ia tetap semangat untuk bekerja di bengkel miliknya. Dari situ, banyak orang yang merasa iba dan memberikan uang cuma-cuma kepadanya, namun pria 28 tahun ini menolaknya dengan halus.
Tak mempunyai tangan tapi mampu melukis dengan indah
Pada umumnya kita melukis dengan tangan, tapi tidak dengan M Amanatullah. Pria yang akrab disapa Aam ini melukis menggunakan kaki karena dirinya tidak mempunyai tangan. Hasilnya pun cukup indah, tidak kalah dengan seniman kondang lainnya. Bahkan, karena lukisannya yang cukup menawan, lelaki asal Gresik ini dipanggil untuk mengikuti lomba di Jatim Fair di tahun 2017 lalu.
Menjadi driver ojek online untuk menyambung hidup
Pantang menyerah! itu yang bisa kita katakan pada sosok bernama Dede Atmo Pernoto ini. Lelaki asal Tegal tersebut menderita lumpuh di kakinya sehingga ia bekerja seadanya untuk mencari nafkah. Ia pernah menjadi penjual rokok, pedagang pakan burung dan penyemir sepatu menggunakan kursi roda. Berulang kali gagal, namun tak membuat ia patah semangat untuk mencari uang bagi istri dan anaknya.
Berprofesi menjadi juru parkir dan bercita-cita mempunyai usaha sendiri
Ingin hidup mandiri dan membantu keluarga. Itulah yang ditanamkan dalam benak Hanang, seorang juru parkir difabel asal Jakarta Timur. Pria 36 tahun ini pada awalnya tidak menjadi juru parkir. Ia mulai meniti karir sejak di rental. Dua tahun berlalu, ternyata rental mengalami kebangkrutan dan Hanang pun terpaksa tidak bekerja.
Menjadi kasir minimarket ternama yang tak kalah sigap dengan karyawan normal lainnya
Kedua tangannya tak sempurna, tidak membuat seorang Eka Hermawan malas untuk mencari uang. Lelaki asal Kabupaten Semarang ini menjadi kasir di sebuah minimarket ternama. Padahal sebelumnya ia merasa ragu karena melihat kondisi fisiknya yang tak memungkinkan. Namun dengan doa dan usahanya, Eka berhasil diterima menjadi kasir.
https://www.instagram.com/p/BuSfsJjAhM5/?utm_source=ig_embed
Kerabatnya yang ada di minimarket pun mengakui kehebatan dari Eka ini. Ia sangat cekatan, ramah kepada pelanggan dan tidak pernah menyerah jika harus mengangkat barang. Ia juga dikenal sebagai pribadi yang mandiri dan jarang sekali meminta bantuan teman-temannya, kecuali dalam kondisi darurat.
BACA JUGA : Nggak Bisa Diremehkan! 5 Atlet Difabel Indonesia Ini Berhasil Raih Medali Kejuaraan
Inilah lima bukti kalau para difabel tidak perlu dikasihani. Mereka mampu bekerja dengan jerih payah sendiri meskipun dengan keterbatasan yang dimiliki. Sungguh salut melihat perjuangan kelima orang ini. Semoga hidup kalian selalu diberkahi dan dapat mewujudkan apa yang dicita-citakan.