in

5 Fakta Budaya Maksiat Mesir Kuno yang Bikin Geleng-Geleng Kepala

Membahas bangsa kuno, diketahui pasti jika adab dan juga kebudayaannya sangat berbeda dengan zaman modern saat ini. Dari mulai urusan makan, berpakaian hingga pernikahan pun sangat kontras. Zaman kuno memang dikenal belum mengenal pengetahuan. Istilahnya, peradaban dulu mungkin belum bisa memilih dan memilah mana yang baik dan mana yang buruk.

Beberapa dari kehidupan dahulu bahkan kerap melakukan maksiat dan menganggapnya sebagai hal yang biasa. Sebut saja Mesir, negeri yang terkenal dengan Piramidnya ini dulu pernah menjadi bangsa yang bergelimang dengan maksiat. Bukan yang biasa, sudah tak karuan dan bakal membuatmu geleng-geleng.

Pernikahan sedarah

Di Mesir memang tidak marak rumah bordir atau bisnis haram lainnya. Namun, masyarakat Mesir kuno dikenal memiliki kebiasaan menikah atau berhubungan badan dengan saudara sedarahnya. Orang Mesir zaman kuno memang kental dengan budaya incest.

Pernikahan incest bangsa Mesir kuno [image source]
Seorang ibu bercinta dengan anak lelakinya, seorang Raja menikahi adik kandungnya, atau ayah yang menikahi putrinya sendiri. Sebagian besar yang melakukan pernikahan sedarah tersebut memang berasal dari keluarga kerajaan, hal itu dikarenakan demi mempertahankan kelestarian garis keturunan darah biru yang murni.

Perzinahan adalah hal yang legal

Selain memiliki budaya pernikahan sedarah, Mesir kuno juga mengizinkan warganya untuk berzina, asal keduanya tidak terikat pernikahan dengan orang lain. Jika ada seorang pria dan wanita memasuki usia matang, tinggal bersama dan berstatus sepupu, mereka diizinkan untuk melakukan hubungan layaknya suami istri, karena sudah dianggap menikah tanpa perlu izin hukum.

Ilustrasi perzinahan dilegalkan di zaman kuno [image source]
Negara tidak akan ikut campur dalam urusan pernikahan warganya. Demikian juga dengan perceraiannya. Proses cerai tersebut terjadi jika salah satu pihak beralasan tidak menemukan kecocokan lagi. Setelahnya, dibuatlah semacam perjanjian berbentuk surat cerai yang harus ditunjukkan pada calon pasangan jika orang tersebut akan menikah lagi.

Kontrak pernikahan

Di Indonesia sendiri mungkin merupakan hal yang sangat tabu jika membahas soal kontrak pernikahan. Apapun alasannya, kawin kontrak merupakan hal yang terlarang. Namun tidak dengan Mesir kuno yang menerapkan sistem tersebut. Kontrak itu berlaku jika seseorang sangat kaya akan menikah dengan seorang yang sangat miskin. Ada dua jenis kontrak dalam pernikahan tersebut, yang pertama, pihak mempelai laki-laki akan memberikan sejumlah uang pada ayah mempelai wanita.

Ilustrasi kontrak pernikahan di Mesir kuno [image source]
Tujuannya adalah sebagai kompensasi karena ayah kehilangan anak gadisnya. Yang kedua adalah pihak laki-laki memberikan berbagai barang pada keluarga pengantin perempuan. Nah, bila terjadi sesuatu pada pernikahan tersebut, pihak keluarga  perempuan harus bisa mengembalikan uang yang dulu telah diberikan sebagai ganti rugi dan ditambah dengan uang denda!

Bercinta dengan mayat

Praktek persetubuhan tak lazim ini tampaknya juga diterapkan oleh Mesir sejak zaman kuno. Sejarah juga banyak mencatat tentang para lelaki yang ditinggal istrinya meninggal, maka mereka tidak akan langsung membawanya mayat sang istri pada sang pembalsem.

mayat setelah dibalsem [image source]
Para suami tersebut justru membiarkan istrinya membusuk di rumah. Hal ini mereka lakukan juga demi kebaikan, sebab para suami takut jika jasad istrinya yang masih ‘bagus’ akan menjadi obyek seksual oleh para pembalsem.

Seks bebas untuk perempuan lajang

Di Mesir, perempuan dewasa sangat dihormati. Terlebih jika ia sudah memiliki anak. Kecantikan mereka bahkan diukur dari kesuburan, dan berapa anak yang sudah ia lahirkan. Namun, jika perempuan yang sudah bersuami melakukan seks dengan orang lain, ia akan dihukum seberat-beratnya.

perempuan lajang di mesir kuno [image source]
Namun hal itu tidak akan terjadi jika yang berzina adalah perempuan yang belum menikah.  Mesir kuno membebaskan wanita yang lajang, bahkan memberikan hak untuk melakukan seks bebas dengan siapapun yang dia inginkan.

Mesir di zaman kuno bisa digolongkan sebagai salah satu negeri yang terkenal dengan maksiatnya. Namun, sejak berkembangnya Islam dan ilmu pengetahuan di sana, peradaban moral manusianya jauh lebih baik. Hal itu yang menjadi bukti bahwa ilmu membawa kualitas hidup manusia jadi lebih baik.

Written by Nikmatus Solikha

Leave a Reply

4 Fakta Tidak Enaknya Hidup di Arab Saudi

Bangsa Reptilian, Alien yang Diduga Berusaha Menguasai Bumi