in

Mengenal Rijsttafel, Budaya Makan Elit Perpaduan Jawa-Eropa Sebelum Indonesia Merdeka

Meski Indonesia merupakan negara jajahan kolonial Belanda yang dikuasai selama lebih dari tiga abad, kita dan mereka sudah menjadi layaknya saudara. Terbukti dengan banyaknya budaya, bahasa, serta hal lain yang masih berlaku dan diterapkan hingga hari ini. Hal ini juga termasuk tata cara makan.

Salah satu cara menyajikan makanan yang populer dan kita tau adalah prasmanan, di mana seseorang bisa memilih apa yang akan ia makan dengan sendirinya. Nah, ternyata hampir sama seperti sekarang, sebelum merdeka Indonesia memiliki budaya makan mewah yang disebut sebagai Rijsttafel. Tradisi ini merupakan gabungan dari adat Jawa-Eropa yang sangat terkenal ketika itu. Lebih lengkapnya, simak ulasan Boombastis berikut.

Populer pada abad ke-19 hingga awal abad ke-20

Rijsttafel ala Belanda zaman kolonial [Sumber gambar]
Rijsttafel (baca: reistaffel) adalah bahasa Belanda yang jika diterjemahkan secara harfiah berarti ‘meja nasi’. Penyajian ini akan menyajikan berbagai menu dari Nusantara yang dianggap mewah pada masanya. Tata cara penjamuan makanan adalah dengan menggunakan perlengkapan seperti pisau makan, sendok plus garpu. Namanya memang Rijsttafel tapi semua santapan adalah masakan asli Indonesia, terutama Jawa. Hidangan jenis ini bertahan cukup lama yaitu satu  setengah abad.

Sesuai dengan penjamuan ala Eropa

Rijsttafel yang dikelilingi banyak pelayan [Sumber gambar]

Nah, yang membuat ia menjadi istimewa adalah menu sajian makanan. Hidangan akan diawali dengan makanan pembuka (appetizer), lalu makanan utama, dan diakhiri dengan makanan penutup. Selain itu, selama proses makan, orang-orang yang berada di meja akan dikelilingi oleh para pelayan yang siap melayani apapun yang mereka inginkan. Menurut sejarawan Fadly Rahman, Rijsttafel digunakan khusus hanya untuk jamuan acara tertentu untuk merayakan pesta, acara besar-besaran yang menunya adalah makanan khas Jawa.

Masih diterapkan hingga kini di beberapa tempat

Menu saat Rijsttafel [Sumber gambar]
Meskipun Belanda sudah tak lagi berada di Indonesia, cara hidangan ala Rijsttafel ini masih diterapkan di beberapa tempat jika ada tamu yang menginginkan. Cara menghidangkannya juga masih sesuai dengan zaman dahulu. Salah satu tempat yang masih menerapkan hidangan Rijsttafel ini adalah hotel Tugu Malang. Menurut Executive Assistant Managernya, penyajian ini masih melibatkan banyak pelayan dan hidangan yang melimpah.

Menjadi pusat perhatian wisatawan mancanegara

Menjadi perhatian banyak wisatawan [Sumber gambar]
Yap, ada banyak sekali kuliner Indonesia yang terkenal di kancah Internasional. Sebut saja seperti rendang, tempe, nasi goreng hingga indomie. Ternyata, selain itu, budaya makan yang disebut Rijsttafel itu banyak dilirik wisatawan mancanegara loh. Bahkan pada era 90-an, berbagai biro travel dan wisata banyak menawarkan jasa lengkap satu paket dengan menikmati hidangan mewah.

Ya, meskipun hidangan yang dinikmati adalah makanan khas Indonesia –khususnya Jawa, Rijsttafel tetaplah berasal dari kolonial Belanda yang menjajah ketika itu. Tujuan mereka adalah agar membuat tamu terkesan sekaligus bisa memamerkan kenikmatan hidup yang mereka jalani.

Written by Ayu

Ayu Lestari, bergabung di Boombastis.com sejak 2017. Seorang ambivert yang jatuh cinta pada tulisan, karena menurutnya dalam menulis tak akan ada puisi yang sumbang dan akan membuat seseorang abadi dalam ingatan. Selain menulis, perempuan kelahiran Palembang ini juga gemar menyanyi, walaupun suaranya tak bisa disetarakan dengan Siti Nurhalizah. Bermimpi bisa melihat setiap pelosok indah Indonesia. Penyuka hujan, senja, puisi dan ungu.

Leave a Reply

Tak Pernah Di Sangka, Inilah Sosok di Balik Logo Rambo Pendukung Persebaya yang Ikonik

Wakaliwood, Produksi Film Asal Uganda yang Gak Kalah dengan Rambo dan Expandables