fiJujur
Di zaman sekarang, memang kita tahu sangat sulit menemukan kejujuran yang tulus dalam berbagai hal. Sahabat terdekat saja kadang masih bisa mengkhianati, anak-anak mulai berani menjatuhkan orang tua sendiri, anak buah mulai tak patuh dan ‘menusuk dari belakang’ atasannya, dan masih banyak lagi.
Memang benar pesan orang tua kepada kita di masa sekarang, jangan mudah percaya kepada orang lain. Namun sebenarnya kita tak boleh serta merta menelan semua yang kita lihat atau dengar secara mentah-mentah. Kita harus membuktikan kebenarannya dari pihak-pihak yang terlibat. Jangan sampai kita malah mengarah pada ketidakpercayaan atau su’udzon (berpikiran buruk) dahulu sebelum menemukan buktinya.
Nah, tentang tema kejujuran, di bawah ini ada ulasan menarik tentang 4 hal yang akan kita dapat, jika kita bisa mengaplikasikan atau membiasakan perilaku jujur dalam kehidupan kita. Bukan hanya sebagai sebuah formalitas saat bersinggungan dengan orang lain, namun lebih kepada jati diri atau identitas kita sebagai seorang Muslim, yaitu seorang yang jujur.
Orang yang jujur sudah pasti dekat dengan kebenaran. Bahkan Rasulullah Muhammad SAW, baik di kalangan Muslimin maupun musuh, terkenal dengan sebutan Al-Amin, yaitu orang yang dapat dipercaya. Semua yang dikatakan Rasulullah adalah kebenaran, karena beliau sekalipun tak pernah berbohong. Itulah mengapa, saat musuh-musuh Islam dari kaum Quraisy tak mempercayai peristiwa Isra’ Mi’raj, mereka tak mengatakan Rasulullah berbohong, tapi hanya menyebut beliau gila. Karena memang Rasulullah tak pernah berbohong kepada siapapun.
Nah, bagi orang yang jujur, selain dekat dengan kebenaran, pastinya juga akan merasa tenang dalam hidupnya. Karena sekalipun tak pernah merasa takut, sebab yang dikatakan bukanlah sebuah dusta yang bisa mendatangkan keburukan. Dusta adalah awal dosa yang bisa berakibat keburukan. Baik hubungan horisontal dengan Allah maupun hubungan vertikal dengan manusia. Itulah mengapa, seseorang yang jujur dalam hidupnya, akan selalu merasa tenang, sebab Allah ridho akan amalannya tersebut.
Ketika Allah ridho pada jalan kehidupan yang kita lalui dengan penuh kejujuran, maka keridhoan tersebut akan Dia turunkan menjadi sebuah keberkahan yang berlipat-lipat tiada habisnya, dan akan terus bertambah seiring semakin meningkatnya amalan ibadah kita kepada-Nya. Begitulah karunia Allah yang diberikan kepada siapa saja hamba-Nya yang senantiasa menjaga diri dari dusta.
Dalam sebuah hadits diceritakan, “Dari Abu Sufyan Shakhr Ibnu Harb RA, dalam sebuah haditsnya yang panjang tentang kisahnya dengan Heraclius. Heraclius berkata, “Apa yang diperintahkan kepadamu?”. Abu Sufyan berkata, Saya katakan, “Dia (Nabi SAW) berkata, Sembahlah Allah semata, janganlah kamu menyekutukannya dengan apapun, dan tinggalkanlah apa yang diucapkan oleh nenek moyangmu. Dan dia memerintahkan kepada kami untuk shalat, shidq (jujur), afaf (hidup secara bersih, tidak meminta-minta), dan silaturahim.” (HR. Bukhari-Muslim).
Nah, itulah tadi keempat hal luar biasa yang akan kita dapatkan jika kejujuran selalu menjadi jati diri dalam hidup kita sebagai seorang Muslim. Semoga bisa menjadi pengingat kita bersama, karena sesungguhnya Allah sangat mencintai hamba-hambaNya yang senantiasa saling mengingatkan dalam kebaikan. (sof)
Fenomena viral Arra, bocah lima tahun yang dikenal karena kepandaiannya berbicara dengan gaya dewasa, kembali…
Nama Fedi Nuril akhir-akhir ini kembali dikenal publik. Bukan karena kembali membintangi film dengan tokoh…
Kamis (20/3/2025) pukul 03.00 WIB, saat asyik scrolling media sosial X sambil sahur, mata tertambat…
Dunia aviasi Indonesia bakal semakin berwarna dengan kehadiran burung-burung besi baru. Indonesia Airlines, sebuah perusahaan…
Lagi-lagi rakyat Indonesia dibikin geleng-geleng kepala oleh ulah aparat penegak hukum. Kali ini kasusnya sedang…
Baru-baru ini, dunia hiburan Korea Selatan diguncang oleh skandal yang melibatkan aktor papan atas, Kim…