in

Inilah 4 Fakta Bhutan, Negara yang Melarang Penduduknya Miskin dan Wajib Bahagia

Memang namanya kemiskinan selalu ada dan jadi momok tiap negara. Tak memandang bulu, negara maju seperti Amerika, Jepang, Korea tentunya juga punya wajah kemiskinannya sendiri yang jarang dilihat orang. Hal itu sejatinya jadi efek domino, pasalnya dimana ada kemiskinan maka akan ada pula ketidakbahagiaan bagi para penduduknya.

Namun ternyata di salah satu negara di dunia, kemiskinan dan ketidabahagiaan adalah hal yang asing. Bagaimana tidak, negara ini dijuluki sebagai yang paling bahagia di dunia dan seluruh penduduknya hidup dengan makmur. Uniknya negara ini tidak berasal dari peradaban yang maju. Lalu negara mana sih itu? Simak ulasan di bawah ini.

Warga dilarang miskin di Bhutan, semuanya makmur

Memang kemiskinan adalah musuh besar bagi setiap negara, bagaimana tidak pasalnya hal itu sangat mempengaruhi pertumbuhan ekonomi. Namun rupanya di Bhutan, kemiskinan adalah hal yang asing bagi mereka. Memang bukan peraturan yang tertulis, namun orang-orang di Bhutan yang tidak punya rumah atau pekerjaan disuruh untuk menghadap kepada raja.

Tidak ada tunawisma [sumber gambar]
Dilansir dari laman Grid, mereka nantinya akan diberikan lahan yang subur untuk diolah. Akhirnya para tunawisma ini akan mendapatkan mata pencaharian untuk mencukupi hidup mereka. Namun demikian semua tidak dibiarkan begitu saja, ada pengawasan dari pihak raja supaya lahannya digarap dengan benar dan tidak disalahgunakan.

Jarang yang menderita, pengobatan gratis

Tidak hanya memberikan lahan bagi mereka yang membutuhkan, Bhutan ternyata juga menggratiskan biaya berobat bagi mereka yang sakit. Tak peduli tua atau muda, kaya atau miskin, pria atau wanita, semua akan dibiayai oleh negaranya. Hal ini tentunya akan semakin membantu masyarakat Bhutan sendiri sehingga tidak mengalami beban ekonomi seperti negara-negara lain.

Sakit ditanggung negara [sumber gambar]

Para penduduk pun memiliki kebebasan untuk memilih pengobatan apa yang cocok dengan mereka. Baik dari jenis obatnya ataupun metode pengobatan yang akan dilakukan. Kalau begini sih udah komplit banget ya kemakmuran orang Bhutan, meski tidak kaya namun bahagia.

Selalu memikirkan mati kunci bahagia

Satu hal lain yang membuat Bhutan ini jadi menarik adalah predikat negara sebagai yang paling bahagia di dunia. Hal ini sebenarnya lumayan unik, padahal bukan negara maju dan kaya seperti barat, namun bisa paling bahagia. Hal itu rupanya berhubungan dengan kondisi psikologi para warganya.

Memikirkan kematian [sumber gambar]
Dilansir dari laman BCC, salah satu kunci kebahagiaan dari Bhutan ini adalah memikirkan kematian. Unik bukan? Biasanya memikirkan kematian justru bikin depresi ini malah buat bahagia. Ya, warga Bhutan akan memikirkan kematian 5 kali sehari, hal itu justru membuat mereka dapat melepaskan beban mereka dan mengobati banyak masalah mental. Berbeda dengan dunia modern, jarang memikirkan mengenai kematian sehingga sekali saja terpikirkan malah bikin depresi.

Alam jadi satu bagian dari mereka

Satu hal lagi yang membuat orang-orang Bhutan ini makmur dan bahagia adalah bagaimana cara mereka peduli dengan alam. Bukan omong kosong dan koar-koar belaka, orang-orang Bhutan sangat menghargai alam sekitar. Bagaimana tidak, dilansir dari laman Tribunnews, ada aturan dalam konstitusi yang mewajibkan minimal 60 persen keadaan alam di sana tetap hutan selamanya.

Negara bahagia [sumber gambar]
Tak hanya itu, saking cintanya dengan alam bahkan mereka sampai mencetak rekor dunia dengan penaman pohon paling banyak, 50.000 pohon hanya dalam satu jam. Hal ini bukti kalau mereka memang tidak main-main dalam menjaga alam sekitarnya.

BACA JUGA: Melihat Cara Bhutan Kelola Wilayahnya hingga Dinobatkan jadi Negara Paling Bahagia di Dunia

Bhutan mungkin bisa jadi contoh bagi dunia, bagaimana kehidupan sederhana namun bahagia bisa ditemui. Apalagi di zaman yang serba modern ini, semua bergerak sangat cepat kadang hal itu yang sering menjadi bumerang bagi kita. Kita wajib lebih bersyukur akan kehidupan.

 

Written by Arief Dian

Seng penting yakin.....

Kembali Menikah, Sosok Istri Ustaz Abdul Somad Jadi Pusat Perhatian

Tarawih Kilat, Ini Pendapat Netizen Hingga MUI dan Kemenag