Apalagi yang diharapkan seorang pegawai jelang hari raya selain THR? Sepertinya nggak ada. THR seperti suatu tradisi yang tidak bisa dilepaskan dari event penting setahun sekali ini. Namun masalahnya, nggak semua perusahaan memberikan THR pada pekerjanya. Kalau pun ada nggak akan besar jumlahnya. Karena pada dasarnya THR bukan sesuatu yang harus perusahaan berikan kecuali gaji wajib setiap bulannya.
Lantas, apakah tanpa THR kita nggak bisa berlebaran? Tanpa THR kita akan gagal melaksanakan momen berkah setelah sebulan puasa. Jawabannya adalah, bisa! Kita bisa berlebaran tanpa uang THR dari kantor. Yuk, simak langkah-langkah berikut ini.
1. Jangan Pernah Ngarep Dengan Yang Namanya THR!
Peraturan pertama agar kita tidak terjebak dengan menggiurkannya uang THR: jangan pernah ngarep! Yup, sederhana saja. Kita tidak usah terlalu berharap dengan uang THR yang biasanya perusahaan atau kantor berikan. Karena kalau kita ngarep dan akhirnya nggak diberi yang ada adalah sakit hati.
2. Hemat Saat Puasa, Pangkas Uang Untuk Makanan Nggak Perlu
Pengeluaran saat puasa itu ibarat sungai yang habis diguyur hujan badai. Jadi bajir meluap kemana-mana. Saat puasa pengeluaran akan deras terjadi. Banyak hal-hal yang kita beli terutama untuk sahur dan berbuka puasa. Jika saat hari biasa kita makan tanpa perlu pencuci mulut. Saat puasa ada saja yang namanya es, buah, atau yang manis-manis lain.
3. Jangan Kayak Anak Kecil Yang Butuh Baju Baru Terus
“Baju baru Alhamdulillah, tuk dipakai di hari raya. Tak punya pun tak apa-apa, masih ada baju yang lama.” Lagu itu benar sekali. Saat lebaran pikiran kita selalu saja berpikir tentang baju baru. Habis Sholat Ied harus pakai baju baru agar terlihat lebih baik. Agar terlihat mengagunkan ketika bertemu dengan orang lain atau sodara.
4. Terobsesi Banget Buat Mengisi Rumah Dengan Puluan Kue Lebaran
Lebaran artinya baju baru, dan banyak kue bertebaran di seluruh penjuru rumah. Kue lebaran adalah obsesi tambahan dari baju baru. Rumah yang memiliki banyak kue lebaran akan nampak meriah. Tetangga atau orang lain yang datang akan senang. Sementara kita kebingungan sendiri sebelum lebaran. Terlebih tanpa adanya THR.
5. Menabung Jauh-Jauh Hari Sebelum Bulan Puasa Datang
Lebaran datang Cuma setahun sekali. Hari sebelumnya kita bisa kan nabung? Misal sehari 5.000 rupiah saja? sebulan sudah 150.000 rupiah. Sepuluh bulan sudah 1.500.000 rupiah. Lumayan sebagai uang pengganti THR. Nggak harus ngarep kepada kantor yang belum jelas juntrungannya apakah akan memberi atau tidak.
6. Bisnis Pernak-Pernik Puasa dan Lebaran Agar Dapat Untung
Seperti yang disebutkan di atas, saat puasa itu pengeluaran akan deras terjadi. Banyak orang ingin beli ini itu saat akan berbuka puasa, atau nanti buat lebaran. Daripada nggak ada kerjaan mending berbisnis saja. Mungkin anak kuliahan bisa joinan dengan teman buat jualan takjil di pinggir jalan. Lumayan untungnya bisa buat beli jajan atau dikumpulin buat ditabung.
7. Mulailah Jujur Dari Sekarang Tentang Keadaan Dompet Yang Sesungguhnya
Kebanyakan orang mengharapkan THR karena merasa memiliki kewajiban memberi uang kepada entah orang tua, adik atau ponakan. THR nantinya akan dibagikan sebagai ritual tahunan. Yang tua memberi yang muda begitu seterusnya. Jika tidak memberi kebanyakan dari kita akan merasa malu. Sudah kerja masa nggak ngasih uang saat lebaran.
THR adalah hal kecil yang terkadang muncul saat akan lebaran. Tapi yang lebih penting dari itu adalah kesanggupan kita untuk memaafkan kesalahan dan sadar atas kesalahan kita sendiri. Apalah arti bisa ngasih uang ke keluarga kalau hati belum bisa memberi maaf?