in

Angin Kencang Berhembus, Ini Cara Berkendara dengan Motor Supaya Selamat Sampai Tujuan

Cuaca yang tak menentu, membuat angin juga ikut-ikutan datang dan pergi seenaknya saja. Seperti yang terjadi di Kota Malang tanggal 5 Juli 2018 lalu. Tiba-tiba ada angin kencang yang meniup beberapa daerah di kota dingin tersebut. Akibatnya, membuat beberapa pohon menjadi tumbang. Tak hanya memperlambat lalu lintas, pohon tumbang juga merusak beberapa kendaraan. Di antaranya adalah motor dan becak.

Angin kencang yang selalu datang kapan saja ini, membuat semua orang harus mewaspadai diri. Bukan karena takut motornya rusak, tapi lantaran angin kencang tersebut bisa membahayakan nyawanya. Jadi, supaya pengendara motor selamat dari angin kencang, simak ulasan dari Boombastis.com berikut ini.

Inilah hal pertama yang harus kalian lakukan

Ketika angin berhembus kencang, kalian sebaiknya memperhatikan kecepatannya Sahabat Boombastis. Jadi, jika menurut kalian anginnya sangat kencang dan motor tidak bisa menahan hembusannya, alangkah lebih baik untuk cari tempat singgah dulu.

Perhatikan kecepatan angin [Sumber Gambar]
Jangan pernah nekat, apalagi sok berani menghadapi angin tersebut. Sebab, kita tak akan pernah tahu angin akan semakin berhembus kencang atau sebaliknya ketika kalian sedang berkendara.

Kalau sudah terlanjur di jalan, perhatikan angin dari sisi mana

Nah, jika menurut kalian anginnya sudah tidak terlalu keras terpaannya, boleh sekali untuk melanjutkan perjalanan. Tapi, jika tiba-tiba angin datang lagi, coba perhatikan dari mana arahnya. Kalau angin berhembus dari sisi samping, cobalah untuk menekan setang lebih kuat ke arah datangnya terpaan tersebut.

Perhatikan arah angin [Sumber Gambar]
Misalnya nih, angin datang dari arah kanan, maka tekan setang lebih kuat di sisi itu. Hal ini dilakukan supaya menjaga kalian tetap seimbang. Dengan kata lain, kalian melakukan perlawanan kepada angin agar tidak terhempas ke jalanan.

Saat berkendara, posisi tubuh harus seperti ini

Posisi badan juga harus benar lho saat berkendara di tengah angin kencang. Jika posisi tubuh salah sedikit saja, bisa runyam nantinya. Bisa-bisa kalian terlempar jauh karena hempasan angin yang cukup kencang.

Posisi tubuh harus tegak dan rileks [Sumber Gambar]
Oleh karena itu, kaki dan tubuh kalian harus siap siaga saat berkendara. Namun, bagian tubuh tersebut harus tetap rileks supaya bisa menghadapi guncangan yang dapat terjadi sewaktu-waktu. Tapi, perlu diingat nih, meski badan dan kaki posisi rileks, pandangan harus tetap fokus ke depan ya.

Helm juga harus benar pemakaiannya

Selanjutnya, ketika kita berkendara saat ada angin kencang, jangan lupa untuk memperhatikan helm yang dipakai. Alasannya karena helm juga merupakan komponen penting untuk melindungi diri kita dari hembusan angin.

Kaca helm harus ditutup [Sumber Gambar]
Di sini, selain berfungsi untuk melindungi kepala kita dari benturan, helm juga bermanfaat supaya mata tidak terkena debu dan kotoran lainnya. Sehingga, saat ada angin kencang, diharap Sahabat Boombastis menutup visor atau kaca helm. Dikarenakan ketika angin kencang berhembus, banyak kotoran dan debu yang sewaktu-waktu bisa mengenai mata kita.

Berkendara di saat angin kencang memang sangat berisiko. Oleh karena itu, ketika kalian sedang mengemudi lalu tiba-tiba ada angin kencang, cara-cara di atas bisa langsung diterapkan. Namun, untuk lebih amannya, kalian bisa berhenti sejenak saat ada angin datang. Alasannya karena hanya dengan berhenti, risiko kecelakaan menjadi lebih sedikit. Tapi perlu diingat ya, carilah tempat berhenti yang aman seperti di teras gedung ataupun warung.

Written by Firdha

Firdha Rahma, dilahirkan di Kota Malang tanggal 5 Agustus 1994. Ia tergabung di Boombastis.com sejak bulan Desember 2017. Perempuan bermata sipit ini suka sekali warna merah dan hewan yang bernama kucing. Dia mempunyai hobi menonton film segala genre, menulis dan baca-baca artikel tentang teknologi ponsel yang terbaru.
Punya hobi menulis sejak SMK, tapi belum begitu aktif di dunia blog. Nah, karena kuliah ada sedikit waktu senggang jadi kegiatan menulis bisa diterapkan kembali ke dalam blog. Blognya berisi tentang travelling, kuliner dan review film.

Leave a Reply

Nadine Chandrawinata Fix Nikah 15 Juli, Begini 10 Potret Prewednya yang Super Romantis

Harganya Buat Rekening Hangus, Produk Terbaru Gucci Ini Malah Dibilang Mirip Jaket Ojol