Masih sangat sedikit sekali yang kita ketahui tentang tata surya. Walaupun NASA sendiri sudah lebih dari 50 tahun lalu meneliti luar angkasa. Meskipun demikian, mereka mendapat banyak sekali fakta-fakta menakjubkan yang sebelumnya tak pernah kita ketahui. Misalnya saja fenomena yang terjadi di planet-planet lain hingga benda asing yang mungkin namanya belum sekalipun didengar telinga banyak orang.
Pernah mendengar awan heksagonal Saturnus atau planet kerdil bernama Haumea yang super unik? Nah, kali ini Boombastis akan mengangkat hal-hal tersebut dan bersiaplah terkejut dengan fakta sebenarnya. Berikut ulasannya.
Saturnus adalah salah satu planet dengan bentuk yang paling cantik di tata surya. Alasannya sudah pasti kamu ketahui, apalagi kalau bukan bentuk cincin besar yang mengelilinginya itu. Sebenarnya masih ada satu lagi keunikan Saturnus yang mungkin tidak kamu ketahui sebelumnya. Hal tersebut adalah fenomena awan heksagonal yang mungkin cuma satu-satunya di tata surya.
Seperti namanya, fenomena ini memang ditunjukkan dengan konfigurasi awan yang membentuk heksagon atau segi enam. Kejadian ini pertama kali diketahui pada tahun 1980an ketika pesawat luar angkasa Cassini tengah bertugas mengawasi pergerakan si planet kedua terbesar di tata surya tersebut. Fenomena awan unik ini sendiri terjadi di bagian kutub utara Saturnus.
Menurut kesimpulan para peneliti, ini adalah sebuah badai yang durasinya mungkin lebih dari 30 tahun lamanya. Hal yang lebih mengejutkan lagi adalah ukuran awan heksagonal ini hampir seluas Bumi. Banyak teori yang beredar tentang hal ini. Salah satu yang paling masuk akal akan adalah badai angin yang berputar sangat cepat sehingga membentuk tubulensi berbentuk heksagon. Uniknya lagi, awan heksagon ini berputar lebih cepat dibanding sekelilingnya.
Sebelum dinamakan Haumea, planet kecil nan unik ini bernama Santa. Ukurannya yang jelas hanya seperenam bulan, walaupun peneliti awalnya sangat kesulitan mengamati planet kerdi ini. Bagaimana tidak, rotasinya hanya sekitar 3,9 jam saja. Menjadikan planet ini yang paling cepat rotasinya di antara planet-planet yang sudah teridentifikasi.
Triton, mungkin nama ini pernah kamu dengar sebelumnya. Namun mungkin hanya sebatas informasi jika ia adalah bulannya Neptunus. Ada banyak fakta menarik tentang si satelit alami yang besarnya hanya selisih sedikit sekali dengan Moon atau bulannya Bumi itu. Salah satunya adalah rotasinya yang unik.
Ketika diteliti oleh Voyager 2, Triton mengejutkan banyak peneliti dengan fakta kalau ia mengelilingi Neptunus dengan arah yang berlawanan dari rotasi planet tersebut. Kejadian ini cuma satu-satunya di antara semua satelit alami yang berukuran besar. Tak hanya itu, Triton diketahui sebagai satu-satunya satelit yang punya aktivitas geologis yang aktif. Hal tersebut dibuktikan dengan adanya aktivitas gunung berapi di sana. Bahkan di komposisi Triton sebagian besar terdiri dari air dan amonia.
Masih ada lagi, Triton ternyata juga memiliki atmosfir sendiri meskipun sangat tipis. Serta fakta yang terakhir dari satelit yang lebih besar dari Pluto ini adalah juga dikenal sebagai obyek tata surya yang paling reflektif. Hampir 60-95 persen cahaya akan dipentalkan. Meskipun begitu jauh, dari Bumi sendiri cahaya bisa terlihat.
Pluto sempat masuk jajaran planet besar di tata surya, hingga akhirnya pada tahun 2006 kemarin planet kerdil ini akhirnya dikeluarkan dari daftar tersebut. Ada berbagai alasan, salah satunya adalah ternyata Pluto memiliki kembaran yang identik bernama Orcus. Dikatakan kembar karena keduanya punya kesamaan dalam berbagai hal. Mulai dari waktu orbital, ukuran, hingga jarak keduanya terhadap matahari.
Bagaimana jadinya jika Bumi kita punya dua bulan seperti Mars? Pasti keren sekali ya, walaupun hal ini sebenarnya bukan benar-benar khayalan. Yup, diketahui ada sebuah obyek asing yang begitu dekat dengan Bumi dan bulan kita, bernama Cruithne. Asteroid ini memutari matahari dengan waktu tempuh yang sama seperti Bumi hanya selisih sedikit, yakni 364 hari.
Meskipun demikian dekat namun sayangnya secara teknis Cruithne tidak bisa dianggap sebagai bulan kedua. Pasalnya, pola revolusinya terhadap matahari ternyata sangat berbeda dengan bulan kita. Pada satu ketika Cruithne akan sangat mendekati Bumi namun kemudian akan segera menjauh. Asteroid yang luasnya hanya 11 kilometer ini hanya mendekat setiap bulan November.
Deretan hal unik di atas hanya sebagian sedikit dari jumlah tak terhingga yang berhasil kita ketahui tentang tata surya. Padahal tata surya kita ini adalah bagian yang sangat kecil dari galaksi. Galaksi sendiri juga bagian kecil dari klaster-klaster, begitu seterusnya hingga tak berbatas.
Lalu bagaimana dengan planet-planet yang memiliki kehidupan? Mungkin saja hal tersebut memang ada dan jumlahnya lebih banyak dari yang kita kira, mengingat luasnya alam ini tidak berbatas dan bahkan imajinasi kita pun tak sanggup menggambarkannya.
Fenomena viral Arra, bocah lima tahun yang dikenal karena kepandaiannya berbicara dengan gaya dewasa, kembali…
Nama Fedi Nuril akhir-akhir ini kembali dikenal publik. Bukan karena kembali membintangi film dengan tokoh…
Kamis (20/3/2025) pukul 03.00 WIB, saat asyik scrolling media sosial X sambil sahur, mata tertambat…
Dunia aviasi Indonesia bakal semakin berwarna dengan kehadiran burung-burung besi baru. Indonesia Airlines, sebuah perusahaan…
Lagi-lagi rakyat Indonesia dibikin geleng-geleng kepala oleh ulah aparat penegak hukum. Kali ini kasusnya sedang…
Baru-baru ini, dunia hiburan Korea Selatan diguncang oleh skandal yang melibatkan aktor papan atas, Kim…