Kalau dulu demonstrasi sering dikaitkan dengan aksi masyarakat untuk menuntut perubahan, sepertinya demonstrasi yang sekarang ini lebih sering menimbulkan reaksi negatif masyarakat. Pasalnya sudah beberapa kali demonstrasi akhirnya justru berakhir rusuh dan merugikan masyarakat banyak.
Sejatinya demonstrasi memang cara berekspresi dan menyampaikan aspirasi terhadap pemerintahan. Tentu saja hal ini wajar, karena untuk menciptakan perubahan, diperlukan orang yang mau bergerak untuk mencetuskan perubahan demi kesejahteraan dan kebaikan masyarakat Indonesia. Yang tidak wajar itu kalau demonstrasi akhirnya justru bersifat rusuh dan merusak akhirnya merugikan rakyat.
Demostrasi yang dilakukan di jaman sekarang, sudah banyak kehilangan ketulusan, tujuan dan arahnya. Coba kita renungi hal-hal dalam foto berikut ini.
1. Demonstrasi yang justru mengganggu masyarakat
![[Image Source]](https://boombastis.sgp1.digitaloceanspaces.com/wp-content/uploads/2015/11/Demo-Rusuh-1.jpg)
2. Demo yang tidak terorganisir bisa menimbulkan kemacetan
![[Image Source]](https://boombastis.sgp1.digitaloceanspaces.com/wp-content/uploads/2015/11/Demo-bikin-macet.jpg)
3. Demo kok mencelakai orang, situ agen perubahan apa preman?
Demonstrasi itu tujuannya harus jelas dan berasal dari hati yang suci, bersih, dan murni demi kepentingan masyarakat. Bukan demi ‘uang saku’, atau ‘nasi bungkus’ yang dibagikan seseorang agar mau demo. Kalau niat, tata cara dan etikanya bagus, pasti akan mendapatkan dukungan dan simpati dari setiap lapisan masyarakat. Dengan demikian, tujuan awal dilaksanakannya demo juga lebih bisa terlaksana. Dan yang pasti, tidak anarkis apalagi merugikan seperti di bawah ini.
4. Merusak kendaraan saat demo BBM
![[Image Source]](https://boombastis.sgp1.digitaloceanspaces.com/wp-content/uploads/2015/11/Bakar-kendaraan.jpg)
5. Merusak fasilitas umum
![[Image Source]](https://boombastis.sgp1.digitaloceanspaces.com/wp-content/uploads/2015/11/Demo-merusak-fasilitas.jpg)
6. Membakar bendera negara lain itu termasuk tindakan menghina
Demonstrasi itu tidak sekedar mengumpulkan masa, kemudian bergerombol turun ke jalanan. Tidak sekedar teriak-teriak dan memblokade jalan. Apalagi sampai merusak fasilitas, mengganggu kepentingan umum, hingga melukai orang lain. Yang seperti ini sebenarnya wajar jika ditindak tegas.
Para pendemo itu sebaiknya berpikir dan bertindak cerdas, jadi mereka tahu apa yang di-demo-kan, tidak asal ribut di jalan, merusak fasilitas, atau mengganggu ketertiban dan ketentraman. Lokasi tujuan demo juga mesti sesuai dengan temanya, jangan demo BBM tapi bikin rusuh restoran, tidak ada hubungannya.
Ada lagi nih. Jangan mau ditunggangi pihak yang berkepentingan atau provokator. Yang capek pendemo, yang dapat untung si provokator. Ujung-ujungnya tetap saja negara dan seluruh masyarakatnya yang sengsara.
Mungkin masyarakat Indonesia perlu belajar lagi tentang apa itu demonstrasi dan bagaimana demo yang baik dan efektif itu seharusnya. Tidak cuma bikin kerusuhan lalu masuk TV. Apa gunanya demo jika akhirnya hanya capek, kepanasan, atau ditangkap gara-gara rusuh. Malah rugi sendiri. Mari kita berdemonstrasi untuk tujuan yang pasti dan tentunya, untuk kebaikan negeri ini.