Bukan Indonesia namanya jika kehidupan para pejabatnya tak disorot hingga mendetil, tidak kalah dari para artis. Terkadang, netizen tanah air yang unik bin kreatif ini pun malah salah fokus alias salfok terhadap apa yang menjadi pokok pemberitaan. Anehnya lagi, sesuatu yang menjadi perhatian netizen itu berangsur viral.
Sama seperti jaket Presiden Jokowi yang dulu sempat menghebohkan Indonesia serta banyak dibuat KW-nya sekarang-sekarang ini. 4 barang milik pejabat ini juga menjadi sasaran empuk salfok oleh netizen kita. Penasaran barang apa sajakah itu? Temukan jawabannya dalam ulasan berikut.
Jam Tangan Setya Novanto yang Super Mahal
Pada bulan Juni lalu, tepatnya ketika mantan ketua DPR ini diundang buka bersama oleh Presiden Jokowi, barang yang melekat pada pergelangan tangannya ini menjadi perbincangan hangat di kalangan netizen tanah air. Ialah sebuah jam tangan yang konon harganya bikin kita pengen banting dompet.
Topi Koboi Anies Baswedan
Beberapa hari yang lalu, sang Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sedang melakukan pemantauan ke Tanah Abang. Banyak polemic yang dikeluhkan warga soal aturan baru yang diterapkan Pemprov DKI terhadap daerah tersebut.
Pelembab Bibir Sandiaga Uno
Ingin tepok jidat rasanya ketika melihat Wakil Gubernur DKI Jakarta ini ketika tercyduk sedang menggunakan pelembab bibir. Isu tersebut tak turun-turun beberapa hari yang lalu, sampai ada yang bertanya berapa harga pelembab bibir milik Sandiaga Uno.
Sandal Jepit Presiden Jokowi
Yang berikutnya adalah Presiden Jokowi, barang sebelah mananya coba yang nggak dibicarakan netizen? Beberapa waktu lalu jaket bomber bikin geger, sampai-sampai sekarang semua online shop dan toko baju masih jualan pakaian jenis ini. Dilanjutkan dengan sepatu sport yang ‘gawl’ alias gaul saat tinjau banjir, dan casing handphone yang mungkin nggak jauh beda dengan casing biasa tapi bikin kita ingin ikutan punya. Bah, trendsetter bat (banget) lah, presiden kita satu ini.
Belakangan dunia politik di Indonesia memang diwarnai beragam fenomena unik. Dari yang tadinya mengulik problema di Jakarta, malah bahas pelembab bibir. Atau maksud hati segera menciduk koruptor, malah salah fokus pada ‘drama tiang listrik’. Ya semoga ini bukan hanya pengalihan isu ya, dan kita jangan capek-capek ikut memantau kinerja pemerintah.