Setiap anak yang lahir adalah hadiah istimewa dari Tuhan bagaimanapun keadaan mereka. Kalau kata orang tua, anak adalah amanah, maka harus dijaga dengan sebaik-baiknya. Hal inilah yang mungkin dirasakan oleh orangtua Azzam Nur Mukjizat.
Azzam lahir sebagai difabel yang tidak memiliki kelopak mata, sehingga bagian mata terlihat rata. Walaupun begitu, bocah berumur 6 tahun tersebut tetap ceria layaknya anak kecil seusianya. Nah, lengkapnya kisah hidup Azzam, simak deh uraiannya berikut.
Difabel sejak lahir
Punya suara yang merdu
Di balik keterbatasannya, Azzam adalah anak yang sangat ceria. Ia bisa berlari tanpa menabrak objek yang ada di sekelilingnya, mampu naik-turun tangga, serta bisa bersepeda seperti kebanyakan orang normal. Di usianya yang masih belia, ia sudah mampu bernyanyi dengan suara yang memukau. Solikhatun mengatakan bahwa tak ada yang mengajari Azzam menyanyi. Ia belajar dari mendengarkan CD yang ada di rumah. Bakat tersebut sudah ia buktikan dengan menjadi juara saat mengikuti kompetisi menyanyi di Sekolah Dasar Luar Biasa se-Jawa Timur.
Sering diundang ke acara dan mendapat bayaran yang lumayan
Viral dan diundang banyak stasiun televisi
Kisah menarik Azzam rupanya cukup menyita perhatian. Pada 6 Desember lalu, ia diundang ke acara talkshow Hitam Putih bersama ibunya. Di sana ia mendapat kejutan dari Opick, penyanyi religi yang sangat diidolakan oleh Azzam selama ini. Keduanya mendapat kesempatan untuk berduet lagu ‘Labbaikallah’ dan ‘I’tiraf’. Tak hanya hadir dalam Hitam Putih saja, Azzam juga berkesempatan menjadi bintang tamu dalam (Dangdut Academy Asia) DAA 4. Di acara tersebut, ia membawakan lagunya sendiri yang berjudul ‘Ibu’. Suara yang mendayu dan kondisi Azzam sontak saja membuat banyak mata –termasuk para juri, sembab tak kuasa menahan haru.
BACA JUGA: Viral Karena Suara Emasnya, Ini Sosok Zainatul Hayat yang Disebut Sebagai ‘Bintang’ Dangdut
Ada banyak anak lain yang lahir disabilitas seperti Azzam, Sahabat. Namun, tugas orangtua tetaplah membimbing mereka sampai sukses dan berhasil. Kekurangan secara fisik tidaklah menjadi halangan untuk berkarya dan berprestasi, toh Indonesia punya segudang manusia yang secara fisik tidak sempurna namun bisa mengharumkan nama negara bukan?