Aum Shinrikyo adalah sebuah aliran sesat dari Jepang yang menggabungkan ajaran beberapa agama dengan yoga. Aliran sesat ini terbentuk pada tahun 1984 dan menjadi perhatian internasional ketika melakukan penyerangan di kereta bawah tanah pada tahun 1995. Aliran ini juga memiliki jaringan terorisme yang tersebar di Kanada, Kazakhstan dan Amerika Serikat.
Ada serangkaian kegiatan terorisme, penculikan dan pembunuhan yang diprakarsai oleh aliran ini, namun polisi kesulitan untuk memberantas jaringan mereka. Berikut ini Boombastis membahas tentang jejak berdarah kejahatan yang mereka lakukan. Dari mulai meracuni penumpang kereta api bawah tanah, penculikan sadis hingga penyiksaan yang dilakukan terhadap sesama anggota aliran.
1. Serangan Kereta Api Bawah Tanah
Pada 20 Maret 1995, lima pria menaiki kereta bawah tanah Tokyo dengan membawa sarin (bahan kimia berbahaya yang tidak berwarna dan berbau). Saat kereta mendekati stasiun pusat kota, kelima pria tersebut menyebarkan gas berbahaya itu di kereta dan keluar dengna tenang seolah tidak terjadi apa-apa. Hasilnya, 12 orang meninggal akibat keracunan gas berbahaya tersebut.
2. Pembunuhan Keluarga Sakamoto
Tsutsumi Sakamoto adalah seorang pengacara muda yang sukses dan bahagia. Tahun 1989 adalah tahun emas baginya sebab dia dikaruniai anak dan mendapat promosi dalam pekerjaannya. Karirnya menjadi melejit setelah dia menangani kasus aliran Aum di Tokyo. Namun, pada November tahun itu, keluarga Sakamoto hilang begitu saja tanpa jejak. Tidak ada bukti ataupun jejak yang ditinggalkan, mereka hilang bak ditelan bumi.
3. Menghasilkan Uang dari Pemerasan dan Penculikan
Jika sekte Aum ingin membuka usaha di sebuah tempat, mereka akan memberitahukan lewat surat tanpa nama. Lewat surat itu mereka mengamncam semua penduduk di sebuah lokasi dengan dua pilihan; membiarkan mereka membuka bisnis narkoba di sana atau mereka harus membayar agar Aum menunda pembukaan bisnis mereka. Jika ada yang berani melawan, mereka akan berurusan dengan Yakuza yang sudah bekerja sama dengan kelompok Aum.
4. Punya Senjata Bakteri Mematikan
Pada awal tahun 1990, sekte Aum kembali merencanakan serangan teror besar-besaran. Pada bulan April tahun tersebut, mereka merancang sebuah bus yang bisa menyemprotkan racun botulinum saat dikendarai menuju pusat kota Tokyo. Mereka membawa bus tersebut dan menyemprotkan salah satu bakteri paling berbahaya itu kepada anggota parlemen Jepang. Namun beruntung, bakteri yang disemprotkan ternyata bakteri yang tidak terlalu kuat untuk membunuh seseorang.
5. Tidak Ada Ampun Bagi Penghianat
Jika ada orang yang sudah masuk ke dalam aliran Aum dan mencoba keluar dari sana, maka anggota Aum lainnya tidak akan memberi ampun. Salah satu contohnya adalah Kiyoshi Kariya. Kariya yang sudah berumur 68 tahun mencoba keluar dari jaringan hitam tersebut. Namun, dia segera diculik oleh anggota lain. Dia kemudian disuntik dengan cairan beracun dan disiksa selama berhari-hari sebelum kemudian dibakar disalah satu krematorium Aum. Abu dari mayat Kariya disebarkan di sebuah danau sehingga tidak ada satupun orang yang tahu keberadaannya.
6. Masih Aktif Hingga Sekarang
Banyak yang berpikir bahwa kaum ini sudah dibasmi pasca serangan gas beracun di tahun 1995. Pada kenyataannya, grup ini masih terus aktif dalam jumlah anggota yang lebih banyak lagi. Pada tahun 2011, polisi memperkirakan bahwa setidaknya ada 200 anggota baru yang direkrut setiap tahunnya.
Semua agama mengajarkan dan mengarahkan manusia menuju kebaikan. Oleh karena itu, jika ada aliran yang justru mengajarkan hal yang sebaliknya, Anda harus menjauh dari aliran tersebut. Sebab, sekali Anda terjebak dalam proses ‘cuci otak’ Anda akan sulit untuk keluar dari jaringan mereka.
Tujuan para pendiri aliran sesat ini adalah untuk meraup keuntungan pribadi. Hanya saja mereka mengatas-namakan agama. Sebab itu, mari kita pegang teguh agama kita sesuai dengan keyakinan masing-masing.