Sampai saat ini Korea Utara masih menjadi sorotan dunia. Bagaimana tidak, segala aspek yang ada di sana harus sesuai dengan apa yang diinginkan Pemimpin Agung mereka Kim Jong Un. Mulai dari hal sepele seperti cara berpakaian hingga gaya hidup, semua harus sesuai dengan aturan Kim Jong Un.
Ternyata hal serupa juga berlaku pada cabang olahraga. Mulai dari latihan hingga kejuaraan, semua diawasi ketat oleh sang diktator itu. Bahkan tidak segan pemimpin ini memberikan sebuah aturan yang cenderung edan bagi para atletnya. Jadi seperti apa nasib para atlet di Korea Utara tersebut? Simak ulasan berikut.
Sang Pemimpin Agung Korea punya target tersendiri
Berkaca dari olimpiade Rio tahun kemarin, akhirnya diketahui bahwa Korea Utara tidak sembarangan mengirimkan atletnya untuk berlaga. Yang pasti sebelumnya ada pelatihan super keras yang harus mereka hadapi. Selain itu Kim Jong Un tidak begitu saja melepas keberangkatan para atlet ini, ada aturan ketat seperti pelarangan membawa ponsel yang harus dipatuhi.
Kekayaan melimpah dan fasilitas mewah bagi pemenang
Menjadi pemenang dalam ajang olimpiade dengan membawa nama Korea Utara adalah sebuah kehormatan yang super besar. Misalnya saja Kim Un Guk yang sering kali menjuarai olimpiade dalam ajang angkat besi. Pria ini menjadi kesayangan Kim Jong Un sebagai atlet andalannya.
Hukuman berat menanti bagi siapa saja
Namun bagaimana jika ternyata medali yang dihasilkan tidak memenuhi target? Hukuman berat bisa saja menanti mereka. Seperti pada tahun 2016 kemarin, Korea Utara gagal mendapatkan 17 medali yang ditargetkan oleh sang pemimpin agung mereka Kim Jong Un. Hasilnya sekarang kabar mereka sangat simpang siur. Sebelumnya, atlet yang gagal dalam olimpiade mendapatkan hukuman pemotongan hak dari negara.
Membawa nama Korea Utara, perilaku tidak boleh sembarangan
Para atlet yang berlaga di olimpiade ini mesti benar-benar menjaga nama besar Korea Utara. Kita tahu bahwa Korea Utara selama ini mengisolasi diri dari dunia luar, jadi kalau sampai para atlet yang berlaga di negara asing ini bikin malu, hukuman besar bisa saja diberikan. Apalagi mengingat bahwa Kim Jong Un bisa dengan mudah melakukan eksekusi pada siapa pun yang dianggap bersalah.
Memberikan target kepada atlet memang perlu dilakukan agar bisa membawa semangat. Tapi, harus tetap rasional serta tak ada hukuman. Sanksi mungkin akan jadi spirit, tapi di sisi lain bakal membuat atlet ketakutan sehingga tak maksimal. Dalam hal ini Korut sama sekali tak patut untuk dicontoh.