Memang namanya yang cari jodoh itu bisa dibilang susah-susah gampang. Ya, ada yang cepat dapatnya, ada pula yang mesti menunggu bertahun-tahun lamanya. Kembali lagi semua juga tergantung diri sendiri, serius atau tidaknya dalam mencari pasangan hidup yang akan menemani hingga ajal menjemput.
Salah satu usaha agar mudah bertemu jodoh ya menggunakan aplikasi kencan ataupun chatting online. Ya, meskipun terbukti efektif, namun tidak semua aplikasi dating online itu hanya mempertemukan jodoh secara biasa. Pasalnya ada pula aplikasi dating yang menyarankan pengguna berpoligami hingga nikah sirih, yang jelas bikin heboh netizen. Lalu aplikasi nyeleneh apa saja yang sempat jadi bahan pembicaraan netizen itu? Simak ulasan berikut.
Situs dan aplikasi nikahsirri yang kini jadi kontroversi
Beberapa waktu yang lalu netizen dihebohkan dengan adanya sebuah situs serta aplikasi smartphone bernama nikahsirri. Memang seolah tidak ada hal yang aneh kalau melihat tujuan situs dating online yang ingin menjauhkan diri dari perzinahan dengan menghubungkan pasangan yang cocok agar bisa menikah. Sayangnya, sistem yang digunakan seolah berlawanan dengan norma yang ada di masyarakat.
Ayopoligami yang sempat viral di masyarakat
Sebelumnya juga pernah muncul sebuah situs kencan online yang juga bikin heboh netizen Indonesia. Ya, sebuah situ bernama ayopoligami sempat mengalami protes dari masyarakat. Tujuan dibuatnya dating online ini memang baik, yaitu mewadahi mereka yang ingin melakukan poligami serta membantu para perempuan yang kekurangan biaya agar bisa dinafkahi.
Aplikasi blued, yang akhirnya di blokir pemerintah
Rupanya, dulu juga pernah ada sebuah aplikasi perjodohan atau kencan online antar sesama jenis yang ada di Indonesia. Mengacu pada kesuksesannya di luar negeri sana, Blued sempat mencoba melebarkan sayapnya di Indonesia.
Aplikasi serupa ayopolgami yang mendunia
Second wife adalah sebuah aplikasi serupa dengan ayopolgami namun dengan jangkauan yang lebih global. Alhasil setiap pengguna bisa mencari pasangannya tidak hanya yang ada di Indonesia namun juga di luar negeri. Ya, seperti yang diketahui, adanya aplikasi semacam ini sepertinya tidak terlalu diminati di Indonesia karena adanya beberapa kontra yang ada.
Itulah beberapa aplikasi chatting dan dating online yang sempat jadi buah bibir di masyarakat. Sebagian ada yang benar-benar diblokir dan sebagian lagi masih tetap beroperasi hingga sekarang. Namun yang jelas, ada alasan tersendiri dari kemenkoimfo dalam memutuskan diblokir atau tidaknya sebuah aplikasi.