in

5 Kisah Malin Kundang Masa Kini yang Menelantarkan Orang Tuanya

Anak pastilah merupakan anugerah terbesar yang dimiliki orang tua di manapun berada. Bisa dibayangkan bagaimana perasaan orang tua kita saat pertama kali menimang anak mereka, yang pasti sangat bahagia. Namun bagaimana rasanya bila anugerah yang selama ini dinanti dan dibesarkan dengan sepenuh hati ternyata tega berbuat hal-hal yang menyakiti hati orang tua?

Kisah anak durhaka ternyata tak hanya berlaku di cerita rakyat saja karena ternyata di zaman sekarang kita masih sering menemukan anak-anak yang tak segan menelantarkan orang tuanya. Berikut ini adalah lima cerita menyedihkan dari para orang tua yang ditinggalkan anak mereka.

Nenek Sopiah

Kisah pertama datang dari Nenek Sopiah yang mengaku telah diterlantarkan sang anak di daerah Citereup, Bogor. Wanita berusia 65 tahun ini bercerita bahwa sebelumnya sang anak mengajaknya berjalan-jalan dengan menggunakan mobil mewah. Namun tanpa disadari ternyata sang anak malah mengajaknya ke Balai Kesejahteraan Sosial dan meninggalkannya di sana. Sang anak juga sempat menyerahkan surat rekomendasi dari desa yang menyatakan nenek Sopiah telah hidup sebatang kara.

Nenek Sopiah [image source]
Padahal faktanya selama ini mereka tinggal bersama. Semenjak pertama kali ditinggalkan di BKS, tak pernah sekalipun sang anak mengunjungi nenek Sopiah. Wanita berusia 65 tahun ini juga tidak percaya bahwa anaknya tega melakukan hal tersebut. Sambil menangis beliau memaparkan keinginannya untuk pulang karena sudah sangat rindu dengan cucu serta anak yang telah membuangnya.

Ibu Sumarni

Tahun lalu ada sebuah video viral yang menceritakan tentang kehidupan di panti jompo beredar di media sosial. Dalam video tersebut ada kisah tentang perempuan berusia 73 tahun yang harus tinggal di panti jompo lantaran keluarganya sudah tak lagi berkenan mengurus sang ibu. Wanita bernama Sumarni itu menceritakan jika sang anak sengaja membuangnya dipinggir jalan, bahkan menyuruh Sumarni mengemis jika tak ada yang mengambilnya.

Ibu Sumarni [image source]

Merasa sakit hati dengan perlakuan sang anak, membuat Sumarni memutuskan untuk tinggal di panti jompo daripada harus mengemis. Dengan menangis, dalam video tersebut ibu Sumarni sempat berpesan kepada semua anak untuk tidak durhaka pada orang tua, terutama ibu karena menurutnya manusia itu tidak keluar dari batu. Video tentang kisah panti jompo ini saat itu sudah ditonton ratusan ribu orang yang turut mendoakan para orang tua di sana.

Mbah Atim

Bila nenek Sopiah dan ibu Sumarni bisa mendapat penanganan sehari-harinya dari yayasan tempat mereka tinggal, hal yang berbeda dirasakan oleh sosok mbah Atim. Kakek berusia 90 tahun ini sehari-hari memilih tinggal di dalam becak miliknya di daerah Surabaya. Sehari-harinya Mbah Atim mencari penghasilan dengan cara menarik becak dan malamnya becak pulalah yang jadi tempatnya bernaung dengan membawa serta satu tas besar berisi perlengkapan pribadi.

Mbah Atim [image source]
Mbah Atim menceritakan bahwa sang anak mengambil alih tempat tinggalnya, sementara anak yang lainnya nampaknya juga tak peduli dengan ayah mereka. Di usia senjanya Mbah Atim sebenarnya tidak mengharapkan apapun kecuali doa untuk selalu sehat serta panjang umur. Kakek tersebut juga memaparkan kekecewaannya bahwa bagaimana bisa anak yang sejak kecil dibesarkan malah tega berbuat demikian padanya.

Pak Samanto

Nasib yang berbeda dialami oleh Samanto, warga Nganjuk Jawa Timur. Bapak yang bahkan sudah lupa dengan usianya ini mengaku telah dibuang sang anak tepat ketika malam takbiran kemarin. Pak Samanto bercerita bahwa saat itu sang anak mengajaknya jalan-jalan dan tiba-tiba menurunkannya di jalan hingga saat ini dia harus tinggal di Gria Werda, Surabaya. Satu hal yang dia ingat adalah momen di mana semua orang mengumandangkan takbir menjelang hari kemenangan, anaknya justru menelantarkannya di salah satu sudut kota pahlawan itu.

Pak Samanto [image source]
Kala itu sebenarnya Samanto sudah berangan-angan merayakan momen Idul Fitri dengan keluarga beserta anak cucu, namun nasib berkata lain. Dia bercerita bahwa selama ini anaknya juga kerap menyakiti sang ibu yang sekarang entah ada di mana. Samanto juga dilarang keluar rumah lantaran anaknya malu bila kawan-kawannya melihat sang ayah. Pria itu kemudian mengingat bagaimana besar usahanya dia merawat anaknya sejak kecil, kerja keras hanya untuk membelikan sepeda untuk sang anak, dan lainnya. Namun seperti inilah balasan yang didapatkan bapak ini atas apa yang dilakukannya dari dulu.

Alfredo Garcia

Belakangan ini sosial media dihebohkan dengan munculnya gambar seorang pria lanjut usia yang berbaring di sebuah kursi rumah sakit di Filipina. Diketahui pria bernama Alfredo Garcia itu sudah ditinggalkan putri kandung serta keluarganya di ruang tunggu. Menurut pihak rumah sakit sebenarnya Alfredo sudah diperbolehkan kembali ke rumah beberapa minggu yang lalu, namun ternyata pihak keluarga mengembalikan Alfredo ke rumah sakit tanpa alasan yang jelas.

Alfredo Garcia [image source]
Sehari-harinya sang bapak hidup dari bantuan orang yang lalu lalang di sekitarnya. Dan melihat kenyataan itu, berulang kali pihak rumah sakit menghubungi keluarganya termasuk sang putri, tapi mereka menolak menjemput ayah tersebut. Berita ini sontak membuat masyarakat merasa tergugah hatinya dan berbondong-bondong memberi bantuan kepada pria yang mengalami stroke dan TBC itu.

Ternyata kisah mengenai anak durhaka tidak hanya terjadi dalam dongeng saja. Di zaman modern ini justru makin banyak saja Malin Kundang yang tega memperlakukan orang tua dengan menyedihkan. Padahal mereka tidak akan ada di dunia ini tanpa peran orang tua. Semoga sosok-sosok di atas menemukan kebahagiaan mereka kembali dan dapat berkumpul dengan keluarganya dalam kondisi yang lebih baik.

Written by Faradina

Leave a Reply

Judy, Anjing Berani dan Setia yang Ditahan Jepang Saat Perang Dunia II

7 Kisah Kesederhanaan PK Ojong, Pendiri Kompas yang Layak Diteladani