in

Anak Korban Tsunami Kembali Bertemu Keluarga Setelah 10 Tahun Terpisah

Korban Tsunami

Bencana tsunami yang melanda Banda Aceh pada tahun 2004 masih menyisakan cerita memilukan sekaligus bahagia. Seorang balita yang hilang saat tsunami terjadi dan hidup terpisah dari orang tua, sekarang sudah kembali ke pelukan keluarganya. Nama gadis ini adalah Weniati alias Raudhatul Jannah (14 tahun), dilansir oleh okezone.com. Saat ini Weniati sudah kembali bersama Septi Rangkuti dan Jamaliah, orang tua kandung Weniati.

“Kalau ada yang komplain, kami siap buktikan melalui tes DNA,” ujar Septi, ayah Weniati pada wartawan di Banda Aceh. Septi dan Jamaliah yakin bahwa Weniati adalah anak kandungnya. Dulu, nama Weniati adalah Raudhatul Jannah. Mereka merasakan kontak batin saat melihat Weniati. “Saya yakin dia anak saya,” lanjutnya dengan mantap.Korban Tsunami

Kisah perpisahan Weniati dan keluarganya terjadi saat tsunami meyapu Lorong Kangkung, Gampong Pangong, Kabupaten Aceh Barat. Rumah yang ditinggali keluarga ini habis terbawa air tsunami. Saat itu, Weniati dan adiknya masih balita. Septi mengaku melihat anaknya terseret gelombang tsunami, mereka berdua sama-sama ditelan ombak raksasa. Saat terkena gelombang pertama, Septi berhasil menyelamatkan Weniati dan adiknya di atas papan. Namun saat gelombang kedua menghantam, kedua adik kaka itu terbawa arus.

“Saya kejar-kejar tidak dapat lagi,” ujar Septi yang sudah berusaha sekuat tenaga namun tidak mampu melawan ganasnya gelombang tsunami. Pria ini mengaku selamat dan tidak terseret arus karena tersangkut pohon.

Weniati dan adiknya yang terbawa arus sampai ke Pulau Banyak dan diadopsi oleh Sarwani. Dia mengasuh gadis kecil yang diberi nama Weniati. Setelah 10 tahun berlalu, Septi mendapat telepon dari abangnya yang mengaku bertemu anak perempuan yang mirip Raudhatul Jannah. Akhirnya keluarga ini mendatangi Weniati dan membawanya untuk tinggal bersama.

Written by Admin

Leave a Reply

Terungkap Fakta Hot Seputar Kehidupan Dewi Persik

Hanung bramantyo

Korban Pelecehan Seks Hanung Bramantyo Palsu Malu Melapor