Zaman yang kian modern, kalau tidak mengikuti trend, kita jelas akan jauh ketinggalan. Salah satunya hal yang terus bisa membuat up to date adalah gawai alias smartphone. Sekarang mah, semua orang berlomba untuk punya smartphone canggih, tak terkecuali anak muda. Telepon pintar ini seolah merupakan nyawa kedua, sehingga banyak yang tak bisa hidup tanpa adanya smartphone.

Namun, dampaknya dalam kehidupan ternyata tak selalu positif. Kebanyakan dan terlalu sering main hape juga bisa membuat kecanduan. Belakangan ini dikabarkan semakin banyak anak-anak yang masuk rumah sakit jiwa karena kecanduan telepon genggam, saat tidak diberikan mereka akan marah.

Oleh karena itu, wali kota Bandung Oded M Danial akan menyiasati hal tersebut dengan sebuah ide, untuk memberikan anak ayam kepada anak SD dan SMP sebagai pengganti gadget. Unik ya? Ada nih netizen yang nyeletuk kalau wali kota Bandung mungkin ke depan akan menyuruh anak-anak jadi peternak. Apakah begitu? Yuk, simak ulasan lengkap berikut deh.

Diawali dengan keprihatinan terhadap anak yang masuk ke RSJ

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya bahwa banyak sekali anak yang masuk RSJ karena mereka kecanduan bermain telepon genggam. Nah, salah satu pengisi RSJ terbanyak adalah anak yang berasal dari Jawa Barat.

Anak kecanduan gadget [sumber gambar]
Merespons kejadian tersebut, Oded Danial mengumumkan kebijakan yang cukup unik, yaitu akan memberikan setiap anak satu anak ayam untuk dipelihara. Ia merasa bahwa solusi tersebutnya tampaknya tepat untuk mengalihkan kegiatan anak-anak, dari bermain telepon pintar ke mengurus ayam. Kira-kira efektif gak sih ya?

Akan ada pelatihan mengurus anak ayam

Saat ini, kegiatan ini memang baru hanya rencana. Obed akan merealisasikannya di tahun 2020 mendatang. Untuk mewujudkan hal ini, pihaknya akan melakukan testing dulu kepada 20-30 anak, kalau misalnya berhasil, maka setiap anak SD dan SMP akan diberikan satu anak ayam kampung secara gratis. “Saya punya program, anak-anak mau saya kasih (kegiatan) memelihara anak ayam, biar mereka ada kegiatan tidak hanya main gadget saja.

Anak ayam sebagai pengganti gawai [sumber gambar]
Kita akan kasih anak ayam kampung, kita bagikan kepada mereka secara gratis,” kata Obed kepada seperti dilansir dari Kompas.com. Tapi, bukannya pesimis sih pak, tapi kalau cuma satu mah mana bisa sibuk atuh, kecuali kalau ada kewajiban mengajak bincang ayam selama dua jam, atau mungkin mengajak si ayam jalan-jalan sore di komplek~

Program yang bisa melatih jiwa wirausaha anak

Nah, program ini ternyata punya dua tujuan, yang pertama agar melatih jiwa anak sejak dini. Yang kedua, adalah kasih sayang terhadap binatang dan sekalian belajar Biologi. Hmmmm, sambil mikir sedikit. Nah, ada yang unik lagi nih, kalau misalnya si anak sukses membesarkan anak ayamnya menjadi gede, maka ayam dewasa akan diserahkan ke Pemkot dan ditukar lagi dengan 3 anak ayam baru. Reward kedua adalah, mereka yang sukses akan ditambah dengan mengurus polibek cabai.

Anak ayam sebagai pengganti gadget [sumber gambar]
Duh pak, masak usah susah-susah ngurus, ayamnya diambil dan kita ditambah kerjaan urus polibek segala? Dan yang ketiga, ayam yang paling besar setelah ditimbang akan mendapatkan sepeda. Seperti kata Mas Anang, kalau aku sih NO, mending ikut kuis pak Jokowi aja, gaperlu urus anak ayam dulu~

BACA JUGA: 5 Alasan Kenapa Anak-anak Haram Menggunakan Gadget, Orangtua Wajib Tahu!

Namun, terlepas dari terobosan Wali Kota Bandung untuk menangani kecanduan gadget pada anak ini, hal ini memang merupakan masalah serius yang harus kita cari tahu jalan keluarnya. Yang paling penting sih memang peranan orang tua. Kalau bisa mengganti gadget dengan hal yang lebih bermanfaat kenapa enggak?