Bagi seorang pencinta bola, kekurangan fisik bukanlah penghalang untuk terus memainkan olahraga satu ini. Bahkan mereka yang alami keterbatasan tersebut kerap menjadi inspirasi untuk orang lain yang bernasib sama. Seperti contohnya Yudhi Yahya penyandang kekurangan fisik yang kini menjadi ketua atau kapten dari kesebelasan bernama Indonesia Amputate Football atau INAF. Klub sepak bola amatir yang berisikan semua orang pernah di amputasi kakinya.
Perjuangan Yudhi Yahya adalah bukti bagaimana setiap orang yang berusaha pastinya akan mendapatkan jalan. Kendati kini INAF belum banyak diketahui, namun tim ini seperti menjadi kehidupan kedua untuk orang-orang yang tidak memiliki tubuh lengkap. Lantas seperti apakah perjuangan Yudhi Yahya untuk bangkit dan jadi ketua klub INAF itu? Untuk mengetahuinya simak ulasannya berikut ini.
Bangkit adalah cara terbaik Yudhi Yahya melawan nasib nahas
Dunia maya membantu proses bangkit seperti sekarang
Semangatnya, menjadi atlet membuatnya kalahkan banyak rintangan
INAF kini menjadi tempat yang memberikan harapan untuk orang berkebutuhan khusus
Hadirnya ia ke dunia si-kulit bundar seperti menjadi garis yang sudah ditakdirkan. Pasalnya berkat dirinya menggeluti olahraga ini banyak yang bernasib sama menjadi bisa bangkit. Banyak atau sedikit, berkat klub INAF orang-orang seperti Yudhi mendapatkan kehidupannya lagi. Anggota tim ini yang notabene kekurangan fisik seperti tidak mempunyai masalah kala memainkan sepak bola. Ceria dan wajah-wajah semangat terpancar kala penulis menyaksikan tayangan latihan para punggawa INAF.
Kalau pernah ada pepatah yang mengatakan yang bisa mengubah takdir adalah dirimu sendiri. Yudhi Yahya sepertinya menjadi contoh nyata akan hal tersebut. Kendati bukan tim dengan ragam prestasi, namun berkatnya kini banyak orang yang pernah di amputasi mendapatkan kehidupan keduanya. Besar harapan apabila ke depan klub ini mampu semakin banyak mewadahi pencinta bola yang berkebutuhan khusus.