Membicarakan utang memang selalu bikin emosi sih. Karena, kebanyakan mereka yang ngutang itu susah ditagih dan selalu mengelak. Padahal, mereka shopping, liburan, dan jalan-jalan, lha utang lupa dibayar. Curhat para penagih utang juga sukses bikin banyak orang simpati. Rata-rata mereka memberikan pinjaman bukan karena punya banyak uang, tapi demi tali pertemanan.

Termasuk pria asal Manado bernama Rudi Tobing ini, ia menagih utang kepada temannya dengan cara yang unik. Di hari pernikahan temannya, amplop yang harusnya berisi uang malah kosong melompong. Rudi tak mengisinya dengan uang, tetapi kata-kata menagih utang si pengantin.

Amplop Kosong [sumber gambar]
Rudi mengunggah foto sebuah amplop putih dengan tulisan “Selamat menempuh hidup baru, Maaf kami tidak bisa kasih kado, BIARLAH HUTANGMU LUNAS, DARIPADA AKU CAPEK NAGIH TERUS, dari Rudi Tobing”. Di bagian atas ia mencantumkan jumlah nominal 460.000 Rupiah –sebagai tanda jumlah utang si teman ini adalah 460 ribu.

Utang tersebut sudah lama sekali umurnya, teman Rudi yang menikah meminjam uang dua tahun yang lalu. Selama dua tahun itu, Rudi juga selalu berusaha menagih utang tersebut. “Kita nagih-nagih udah sampai berulang tahun kan utangnya,” ujarnya, seperti dilansir dari Tribunnews.com.

Amplop ini sendiri diberikan karena ia sudah kesal. Rudi pada akhirnya memutuskan hadir ke pernikahan temannya dan memberi amplop kosong ini. Temannya tersebut menikah pada Sabtu (25/1/2020) lalu. Uniknya, meski yang ia post di Twitter adalah amplop dengan tulisan, namun sebenarnya ia memasukkan amplop tersebut ke dalam amplop lain. Katanya sih agar temannya tersebut tidak terlalu malu.

Rudi menceritakan awal si teman ini mempunyai utang yang cukup banyak. Pertama kali temannya meminjam pada tahun 2018 lalu. Awalnya sih hanya seratus, lalu seratus lagi, plus utang pulsa –karena Rudi ini mengelola bisnis counter pulsa. Ya, karena teman, akhirnya diberikanlah pulsa dengan utang ini.

Pengalaman penagih utang [sumber gambar]
Rudi juga mengungkapkan kalau jumlah tersebut sudah mendapat potongan darinya. Semula utang yang dipunya oleh si teman ini adalah Rp462.500, namun 2500-nya tidak ia tulis. Kalau kalian jeli, di bagian paling bawah amplop juga ada stempel basah dari counter yang ia punya, setelahnya baru nama terang.

“Udah kesel, udah dua tahun, kalau kita minta Senin bilang oke, Selasa jawabannya begitu, Rabu Kamis Jumat, Sabtu bilang bank-nya tutup lah,” ungkapnya. Rudi pun tak pernah dihubungi oleh pemilik utang ini. BTW kebanyakan orang ngutang emang alasannya ada-ada aja, Bang!

Tulisan ini menjadi viral, banyak orang yang juga bercerita tentang pengalaman mereka meminjamkan uang kepada teman. Uang yang diberikan tidak kembali, yang punya utang juga marah-marah terus setiap ditagih. Akhirnya, banyak sekali cerita-cerita utang yang membuat pecah belah persaudaraan.

BACA JUGA: Curhat Para Penagih Utang yang Dicaci Balik, Pikir-pikir Lagi Deh Kalau Mau Ngutangin Orang

Hmm, buat kalian yang memang berat meminjamkan karena takut uang tak kembali, lebih baik berterus terang deh kalau kamu tidak bisa memberi pinjaman. Kalau terus menerus ‘tidak enak hati’ kepada orang, nanti orang tersebut yang seenaknya kepadamu. Atau kalau memang mau meminjamkan, buat surat perjanjian sejak awal, agar tidak berakhir dengan baku hantam.