Di lain sisi dari kepergian Erri Yunanto saat mendaki Gunung Merapi, banyak pendaki dan pecinta alam yang saling mengingatkan pendaki baru agar lebih hati-hati. Di mata mayoritas, aktivitas mendaki gunung mungkin terlihat seperti sebuah hal yang buang-buang waktu dan sangat tidak berguna.
Memang benar, setelah merogoh kocek dalam-dalam untuk membeli berbagai perlengkapan naik gunung, kita masih harus menghabiskan tenaga untuk trekking yang pastinya sekitar berkilo-kilo meter jauhnya. Belum lagi kita harus berhadapan dengan risiko keadaan alam yang cukup berbahaya dan sesampainya di puncak, kita ‘cuma’ mendapatkan pemandangan yang indah. That’s it.
Tapi buat kamu yang punya pemikiran seperti itu dan belum pernah merasakan sensasi naik gunung yang sesungguhnya, segeralah ubah persepsimu. Di balik hal-hal tak berguna yang sudah disebutkan tadi, ada beberapa pelajaran dan pengalaman berharga yang hanya bisa kamu rasakan setelah benar-benar menaiki gunung dengan kedua kakimu. Berikut adalah alasan-alasan kenapa kalian harus mendaki gunung setidaknya sekali seumur hidup.
1. Belajar Teliti dan Sabar
Mendaki gunung bukanlah rekreasi-rekreasi seperti ke pantai atau taman hiburan yang bisa kamu lakukan setiap saat dan langsung berangkat begitu saja. Perlu yang namanya persiapan mulai dari fisik hingga perbekalan yang memadai. Maka dari itu kita dituntut untuk cermat memilih barang dan konsumsi apa saja yang harus dibawa karena setelah berada di atas sana, kita benar-benar akan dilepas dari peradaban dan harus bisa survive dengan apa yang kita miliki. Namun membawa terlalu banyak barang dan makanan pun bisa berujung pada overload yang nantinya merepotkan kita untuk melakukan pendakian. So, ketelitian adalah hal pertama yang akan jadi pelajaran kamu ketika naik gunung.
2. Berhenti Jadi Robot
Di zaman modern ini, sebagian besar masyarakat dituntut untuk menjadi ‘robot’ yang setiap harinya kerja dari pagi hingga sore atau malam, lalu mengulanginya lagi dan lagi setiap hari. Memang benar tuntutan ekonomi jadi alasan utama kita rela untuk melakukan aktivitas membosankan tersebut, namun tak ingin kah kalian sesekali berhenti jadi robot dan meraskan seperti apa rasanya hidup yang sesungguhnya itu?
3. Menghargai Ciptaan Tuhan
Barang-barang elektronik seperti komputer, gadget, kamera, merupakan karya cipta manusia yang semakin hari semakin pintar. Namun itu semua tak ada tandingannya dengan ciptaan Tuhan yang ada di dunia ini. Salah satu mahakaryaNya bisa kamu saksikan secara nyata dengan kedua mata dan seluruh tubuhmu ketika kamu naik gunung.
Hati siapa yang tak tergerak ketika melihat ada sampah berserakan di antara keindahan alam yang tengah kita kunjungi atau nikmati? Dari situlah sense kita secara perlahan akan ditempa untuk lebih menjaga keindahan alam supaya bisa terus dinikmati oleh generasi kita selanjutnya.
4. Memahami Arti Perjuangan
Beberapa orang dianugerahi kehidupan yang mencukupi bahkan lebih-lebih sehingga semuanya serba tersedia dan ada untuk mereka. Benar saja mereka bisa meraih cita-cita atau impian dengan bantuan fasilitas yang sudah tersedia, namun hal itu akan menghilangkan makna perjuangan yang sesungguhnya.
5. Belajar Mandiri
Jika kita terbiasa hidup enak dan semuanya serba tersedia, maka mendaki gunung akan benar-benar memaksamu berubah. Bayangkan saja, di atas sana tak ada yang namanya listrik, sinyal handphone pun susah didapat, lalu jangan harap juga ada toko makanan yang tersedia untukmu. Dengan kata lain kita harus belajar menjadi orang yang benar-benar mandiri dalam menghadapi situasi apapun.
6. Belajar Fokus
Setiap orang pasti punya yang namanya tujuan atau cita-cita. Untuk meraihnya, kita akan dihadapkan dengan berbagai rintangan, baik itu berat maupun ringan. Ada kalanya kita menyerah mengejar impian itu karena kewalahan dengan cobaannya, sehingga akhirnya mengganti fokus tujuan kita dengan hal lain, lagi dan lagi.
Dari sekian alasan di atas kamu pasti sekarang tertantang untuk naik gunung kan? Well, saat ini beberapa gunung sudah seperti tempat wisata yang bisa dikunjungi dengan perlengkapan ala kadarnya. Namun percayalah, kamu tetap akan dituntut untuk menggerakkan kakimu supaya tidak malas hingga akhirnya sampai tujuan. So, setidaknya pergilah ke gunung setidaknya sekali dalam seumur hidup. Trust me, you won’t regret it!