Sosok Simon McMeneny yang saat ini menjadi pelatih kepala Timnas senior Indonesia tengah menjadi sorotan. Pasalnya, skuad Garuda menuai hasil buruk pada fase kualifikasi Piala Dunia 2022, di laga pertama yang digelar pada bulan September dan Oktober 2019 tersebut.

Selain menjadi sorotan, ingatan para pecinta sepak bola Tanah Air melayang pada sosok Luis Milla yang dulu pernah menukangi Timnas U-22 di SEA Games 2017 hingga Timnas U-23 di Asian Games 2018. Jika suatu saat Simon McMenemy lengser dari kursi kepelatihan, inilah alasan mengapa Luis Milla cocok untuk menggantikan dirinya.

Sosok pelatih yang sangat mencintai Indonesia

Hal ini diketahui dari postingan pada akun Instagram pribadi miliknya. Saat itu, ia mengunggah foto bersama Timnas Indonesia, di mana ada sosok Achmad Jufriyanto, Stefano Lilipaly, dan Bayu Pradana di sana pada 17 Agustus 2019 silam. Pada 14 September, pelatih asal Spanyol itu tampak menggunakan seragam Timnas Indonesia.

Berhasil mengangkat pemain-pemain muda

Luis Millla banyak menaruh perhatian pada pemain muda [sumber gambar]
Selama melatih skud Garuda, Luis Milla memiliki perhatian yang lebih pada pemain-pemain belia di interval usia 19-23 tahun. Oleh dirinya, mereka diberdayakan dengan cara memberi kesempatan sebagai starter utama di setiap pertandingan. Bisa dibilang, era kepelatihan Luis Milla inilah yang bisa menjadi jalan bagi Timnas untuk melakukan regenerasi.

Permainan Timnas di era Luis Milla lebih disukai

Permainan Timnas di era Luis Milla sangat disukai [sumber gambar]
Di bawah kepelatihan Luis Milla, skuad garuda merasakan betul bagaimana fleksibelnya sosok coach asal Spanyol itu dalam menata permainan. Dilansir dari liputan6.com, ia kerap menjalankan skema formasi dengan sistem 4-3-3, 4-2-3-1, 4-2-1-2, atau 3-4-3. Semua itu dilakukan secara fleksibel dan bahkan bisa berubah di saat pertandingan tengah berjalan.

Memiliki pengalaman kelas dunia yang bisa diaplikasikan pada Timnas Garuda

Memiliki pengalaman panjang di dunia sepak bola [sumber gambar]
Tidak ada yang meragukan soal pengalaman dari seorang Luis Milla. Selain pernah mengecap karir sebagai pemain di sejumlah klub Eropa, ia juga kerap menggunakan metode yang digunakan oleh banyak pelatih top dunia. Salah satunya dengan membagi pemain dalam kelompok-kelompok kecil seperti yang dilakukan oleh Pep Guardiola atau Luis Enrique. Tujuannya sendiri adalah untuk mematangkan skill individu pemain saat berada di ruang sempit.

Sosoknya yang banyak dirindukan masyarakat Indonesia

Sosoknya dirindukan oleh insan bola Tanah Air [sumber gambar]
Diketahui, Luis Milla merupakan seorang pelatih multitasking yang memegang banyak skuad sekaligus. Dilansir dari liputan6.com, ia menukangi Timnas Indonesia U-22 dan U-23 di SEA Games 2017 dan Asian Games 2018, dan menjadi mentor bagi Timnas Indonesia Senior. Selain itu, Luis Milla juga dikenal sebagai pelatih yang menaruh perhatian pada pemain-pemain muda. Tak heran jika sosoknya banyak dirindukan oleh masyarakat karena hal tersebut.

BACA JUGA: Termahal! Beginilah Besarnya Gaji Luis Milla yang Konon Bisa Buat Berangkat Haji Per Bulan

Gaya kepelatihan Luis Milla yang khas, memang sempat membawa angin perubahan bagi Timnas. Meski sempat gagal meraih hasil maksimal di ajang Asian Games, toh apa yang telah ditorehkannya itu ternyata banyak disukai oleh pecinta bola Tanah Air. Terlebih, dirinya juga sukses mengorbitkan pemain-pemain muda. Gimana menurutmu Sahabat Boombastis?