Menjadi seorang aktivis bukanlah perkara gampang. Pertama, mereka berjuang melawan sesuatu yang berkuasa. Bisa lembaga pemerintah atau perusahaan yang memiliki pengaruh sangat besar. Kedua, nyawa adalah taruhannya. Menjadi aktivis kemanusiaan atau pun lingkungan pasti tak luput dari banyak masalah. Seperti bentrok dengan pihak yang “berkepentingan”. Jika aktivis ini sangat berani, pihak-pihak yang merasa sangat dirugikan pasti akan mengambil solusi paling mudah:
Dengan membunuh aktivis yang menghalangi jalannya itu!
Berikut ini ada sederet aktivis dari berbagai bidang di Indonesia. Mereka ditemukan tak bernyawa akibat dibunuh oleh oknum tak bertanggung jawab. Mari kita sejenak mengenang perjuangan aktivis-aktivis pembela rakyat kecil ini!
1. Salim Kancil
Salim Kancil adalah petani yang juga merupakan aktivis lingkungan di Lumajang, Jawa Timur. Beberapa hari yang lalu, ia ditemukan tewas dengan keadaan mengenaskan di desanya. Kepalanya mendapatkan luka hantaman batu dan juga bekas gergajian. Selama ini Salim Kancil memperjuangkan lingkungannya dengan menolak adanya penambangan pasir.
2. Munir
Kematian Munir akibat diracun zat arsenik menjadi isu yang meledak di Indonesia. Bahkan dunia internasional menyorot kematian aktivis HAM ini. Sampai sekarang motif kematian dari Munir tak juga jelas. Seperti sengaja ditutup-tutupi dan tak dibuka secara gamblang. Namun dari beberapa dugaan yang muncul, Munir dibunuh karena ia memiliki dokumen pembantaian di Talang Sari, Lampung tahun 1989, lalu penculikan aktivis 1998, referendum Timor Timur, hingga kampanye hitam di pemilu 2004.
3. Marsinah
Marsinah adalah aktivis buruh yang meninggal dengan sangat mengenaskan sekitar tahun 1993. Ia dibunuh oleh orang yang tak dikenal akibat perjuangannya dalam memperjuangkan nasib buruh. Ia berada di garda depan meski usianya masih sangat muda untuk menuntut perbaikan upah buruh yang sudah ditetapkan oleh Gubernur Jawa Timur saat itu.
4. Theys Eluay
Theys Eluay adalah seorang aktivis besar di tanah Papua. Ia hadir dan berjuang jauh sebelum Munir. Namun ia justru dilupakan dan tak pernah diungkap lagi kasus pembunuhannya. Theys dibunuh di dalam mobilnya oleh anggota militer Indonesia. Tujuh orang eksekutor di lapangan telah ditangkap dan di adili. Namun dalang dan otak dibalik aksi ini masih belum jelas hingga sekarang.
5. Jopi Perangingangin
Jopi adalah seorang aktivis lingkungan hidup yang dikenal sangat “vocal” dalam urusan perusakan lingkungan. Semasa hidup dia aktif dalam lembaga Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN). Ia selalu menyuarakan hak-hak petani yang terampas oleh industri ekstraktif seperti kelapa sawit dan tambang. Jopi selalu aktif menyuarakan apa yang ia rasakan ke sosial media.
Selain lima aktivis di atas, masih banyak sekali sebenarnya aktivis perjuangan yang mendapat perlakukan tidak baik oleh oknum. Mereka hilang dan tak pernah di temukan sampai sekarang. Terutama mereka-mereka yang hilang sekitar tahun 1998 seperti Wiji Thukul.
Masalah perlindungan HAM dan juga perlindungan keselamatan di Indonesia belumlah baik. Kita hanya bisa berharap agar pemerintah lebih memperhatikan nasib aktivis yang bisa meregang nyawa sewaktu-waktu akibat dibunuh. Dan kejadian seperti Salim Kancil, Jopi, Munir, dan lainnya tak akan terulang lagi.