Sebutan guru sebagai pahlawan tanpa tanda jasa akan selalu terkenang sepanjang hayat. Semua kalangan yang sedang mendengar atau membaca sebutan guru tersebut pasti akan terkenang kembali masa-masa ketika masih bersekolah dulu. Mengenang bagaimana para guru dengan sabarnya mendidik muridnya hingga menjadi diri mereka yang sekarang. Hal ini ternyata diterapkan oleh salah satu murid yang sekarang sudah bisa dibilang sukses.
Sebutlah namanya, Fredy Chandra. Ia disebut “murid gila” oleh salah satu gurunya ketika mengajak semua guru di sekolah pergi ke Eropa. Dipikir hal tersebut adalah guyonan, ternyata Fredy memang serius mengutarakan rencananya. Ada apa dengan Fredy kok tiba-tiba mengajak seluruh gurunya pergi ke Eropa? Simak kisahnya di ulasan berikut ini
Memboyong Semua Gurunya dari SD Hingga SMA
Keinginan Fredy Chandra membawa guru-gurunya plesir ke luar negeri memang bukan hanya sebuah wacana. Ia serius dan mendatangi salah satu perwakilan guru di jenjang sekolahnya. Salah satu guru yang ia datangi ialah Sulikin. Ia merupakan Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Pekalongan. Dilansir dari kompas.com, Sulikin mengira ajakan dari alumni tahun 1993 tersebut adalah sebuah candaan. Namun, ketika Fredy meyakinkan dirinya, barulah ia percaya.
Destinasi Awal: Eropa, Diubah Menjadi Singapore dan Malaysia
Awalnya, Fredy mengutarakan keinginannya kepada Sulikin bahwa ia akan mengajak para guru bertandang ke Eropa tiga bulan lalu. Namun, karena sudah banyak guru yang sudah tua, Sulikin menyarankan destinasi diganti ke yang dekat-dekat saja. Pilihan akhirnya jatuh ke negeri seberang. Persiapan tiga bulan berhasil mewujudkan mimpi Fredy untuk mengajak para gurunya jalan-jalan.
Bertajuk “Fredy and The Teacher” 65 Guru Berangkat 19 September Lalu
Ketika sampai di Bandara Soekarno Hatta, 19 September lalu, Fredy dan keluarga dengan hangat menyambut para gurunya itu. Sulikin menyatakan bahwa Fredy sangat baik dan tulus, ia bertemu gurunya seperti menyambut orang tua sendiri. Ia sendiri terharu dengan aksi Fredy. Meski dirinya belum pernah mengajar murid yang ia sebut ‘gila’ itu, ia pun disambut dengan baik. Sambutan Fredy kepada gurunya bermacam-macam, mulai dari cium pipi, salam, hingga memijit punggung gurunya.
Pernah Bermimpi Mengajak Gurunya Jalan-Jalan Setelah Kecelakaan
Sebelum mengutarakan ajakannya kepada Sulikin, Fredy menceritakan bagaimana ia bisa sampai pada eksekusi ide gila ini. Ketika SMA dulu, ia pernah mengalami kecelakaan yang cukup parah. Dalam keadaan koma, Fredy bermimpi dijenguk oleh para gurunya dari bangku SD hingga SMA. Dari situlah, keinginan Fredy muncul. Jika ada rezeki lebih, ia ingin mengajak para gurunya jalan-jalan ke luar negeri.
Itulah kisah Fredy yang berhasil mewujudkan impian kecilnya. Mungkin di masa sekarang jarang sekali kita akan menemui murid seberbakti Fredy. Namun, di masa akan datang, kita berharap saja akan ada Fredy kedua yang akan memuliakan para guru yang sudah berjuang mendidiknya seperti ini.