Di masa penjajahan dulu, teknologi persenjataan Indonesia dengan Belanda atau Jepang bisa dibilang terpaut jauh. Dulu mereka sudah pakai senapan mesiu mekanis, kita masih menggunakan senjata-senjata minimalis, bambu runcing misalnya. Tapi yang aneh, pejuang berbambu runcing dulu malah bisa memberikan perlawanan sengit sampai bolak-balik bikin penjajah terkencing-kencing. Tak logis ya? Sekilas sih mungkin begitu, tapi kalau benar-benar diperhatikan bambu runcing adalah senjata perang yang sangat mematikan.
Kamu mungkin berpikir kenapa harus bambu runcing yang dipakai. Kalau sama-sama kayu saja, kenapa tak pakai jati atau yang lainnya dengan ketahanan yang lebih kuat? Jawabannya tak lain karena bambu adalah pohon yang sangat spesial dan punya banyak kelebihan. Sehingga para pejuang dulu memakainya tanpa ragu sebagai senjata utama dan memang benar-benar berhasil membuat penjajah merasakan mimpi buruk.
Jadi, kenapa pejuang mengandalkan bambu runcing dan apa penyebab senjata ini sangat mematikan? Para pejuang ternyata punya alasan yang logis dan cerdas untuk itu. Simak ulasannya berikut.
1. Efek Luka Bambu Runcing Mirip Dengan Pisau Jagdkommando
Jagdkommando adalah pisau paling mematikan yang penggunaannya sangat terlarang di dalam perang. Alasannya, luka yang disebabkan oleh pisau ini benar-benar ngeri. 100 persen si korban pasti mati kalau tidak ditangani dengan cepat. Penyebabnya tak lain karena Jagdkommando menimbulkan luka lebar yang susah untuk ditambal. Tahu kah kamu, kalau efek yang sama juga bisa dilakukan oleh bambu runcing.

Dengan desain seperti itu, bambu runcing akan menimbulkan efek ngeri kalau ditusukkan. Tak hanya sekedar menyayat, ia juga menembus kulit dengan menghasilkan luka berbentuk lubang yang pasti sangat susah ditangani medis. Belum lagi desain bambu yang berongga di bagian dalam akan bisa mengoyak organ si korban. Tidak langsung mati sih, korban lebih dulu akan merasakan sakit yang amat sangat sebelum akhirnya tewas.
2. Sangat Mudah Digunakan dan Tahan Banting
Dibandingkan dengan pedang atau senapan, bambu jauh lebih ringan ketika digunakan. Makanya, dari sisi penggunaan ia lebih oke. Si pengguna pun bisa melakukan banyak variasi gerakan tusukan dan juga dibarengi ritme stabbing yang cepat.
3. Semua Orang Lihai Memakai Bambu Runcing
Pejuang dulu tentu berpikir keras bagaimana cara untuk berjuang secara efektif tanpa buang-buang waktu. Maksudnya melakukan latihan-latihan panjang hanya untuk menggunakan satu jenis senjata saja. Lalu, akhirnya diputuskan untuk menggunakan bambu yang penggunaannya sangat mudah.
4. Senjata Murah Meriah dan Ketersediaannya Melimpah
Salah satu keunggulan utama dari bambu runcing adalah karena pengadaannya yang sangat mudah. Dulu, pasti hutan-hutan bambu masih begitu lebat di seantero Indonesia. Para pejuang hanya perlu mengambil-ambilnya saja sesuai dengan kebutuhan. Begitu bambu runcingnya habis ya tinggal ambil saja lagi sebanyak apa yang dibutuhkan.
5. Makin Mematikan Dengan Adanya Racun
Bambu runcing tak hanya bisa digunakan seperti itu saja. Ia bisa dikemas lebih mematikan dengan menambahkan ornamen-ornamen lainnya, misalnya saja racun. Jadi, tinggal oleskan saja racun-racun tertentu di bagian tajam si bambu runcing. Tentara penjajah yang terkena ini pasti akan merasakan sakit yang berlipat-lipat.
Jangan kira bambu runcing dipakai lantaran pejuang kita miskin dan bonek alias bondo nekat. Ada banyak alasan cerdas dan logis di balik itu. Rumor bambu runcing yang mematikan ini pun bahkan pernah membuat Jepang kepincut dan benar-benar menggunakannya saat melawan Sekutu. Inilah bukti kalau para pejuang dulu itu tidak asal berjuang saja, tapi juga memikirkan segala aspek dengan sangat detail dan mendalam. Bangga dengan para pejuang serta senjata kebanggaan satu ini!