Mungkin kita belum lupa dengan peristiwa orang pertama yang berhasil menembus luar angkasa. Tak hanya Neil Amstrong dan Edwin Aldrin saja yang pernah singgah di bulan, meski mungkin banyak kabar yang mengatakan jika itu hanya settingan. Tapi sebelum ramainya pemberitaan soal mereka yang mendarat di bulan, kosmonot Uni Soviet (sekarang Rusia) sudah lebih dulu melayang-layang di luar angkasa.
Kita mungkin sudah tak asing lagi dengan nama Yuri Gagarin. Yups, dia adalah kosmonot pertama dunia yang berhasil menembus atmosfer Bumi menuju luar angkasa. Tapi di balik itu semua, ternyata ada banyak hal yang disembunyikan oleh pihak Rusia seputar penerbangan Yuri Gagarin ke luar angkasa.
1. Penerbangan Dilakukan Demi Memenangkan Perang
Sekitar tahun 1960an, dua negara besar Amerika dan Rusia yang saat itu bernama Uni Soviet, masih dalam situasi perang dingin. Kedua negara kala itu saling bersaing dalam berbagai hal, salah satunya adalah bidang teknologi luar angkasa. Amerika dan Uni Soviet berlomba untuk menerbangkan orang pertama kali ke luar angkasa.
2. Pesawat Ternyata Masih Tak Layak Diterbangkan
Meski dielu-elukan, tapi kemudian terungkap sebuah fakta jika ternyata pihak Uni Soviet sebenarnya belum betul-betul siap untuk melakukan penerbangan. Negara yang saat ini bernama Rusia itu terkesan memaksakan kondisi.Ini membuat penerbangan yang dilakukan seolah tak memikirkan keselamatan awak pesawat.
3. Yuri Gagarin Terancam Kelaparan
Salah satu masalah yang muncul dalam penerbangan ini adalah berat badan Gagarin yang ternyata 14 kg lebih berat dari standar yang ditentukan, ketika menggunakan baju kosmonotnya. Agar bisa sesuai dengan berat standar, para pelaksana program ini memotong beberapa kabel pesawat yang ternyata tanpa sengaja juga memotong beberapa kabel penting. Salah satunya adalah kabel pengaktifan pembaca sensor tekanan udara dan temperatur.
4. Percobaan Gagal, Penerbangan Yuri Gagarin tetap Dilanjutkan
Sebelum terbang menembus angkasa, pihak Uni Soviet telah melakukan 2 kali percobaan pada pesawat Vostok yang ditumpangi Yuri. Kedua percobaan itu diujicobakan dengan dua hewan sebagai awaknya dan salah satu di antaranya tewas karena kepanasan.
5. Kecerobohan yang Ditutupi Itu pun Terungkap
Kenyataan ceroboh ini akhirnya terungkap setelah beberapa tahun kemudian. Seorang wartawan Rusia bernama Anton Pervushin mengungkapkan jika pernyataan pemerintah Uni Soviet yang mengatakan bahwa misi berjalan sesuai rencana adalah bohong belaka.

Pervushin juga menambahkan jika pada kenyataannya para ilmuwan telah salah menghitung titik pendaratan Yuri kembali ke bumi. Kesalahan ini membuat Yuri mendarat 250 km dari titik yang diperhitungkan. Tak hanya itu, Gagarin juga tidak mendarat bersama dengan kapsulnya, melainkan mendarat terpisah dengan parasut masing-masing.
Begitulah fakta tentang penerbangan fenomenal Yuri Gagarin yang begitu dielu-elukan oleh semua orang, terutama Uni Soviet dan Indonesia. Begitu ceroboh. Persaingan boleh-boleh saja dilakukan, tapi keselamatan adalah yang utama. Apa lagi hal sembrono ini dilakukan oleh negara setingkat Uni Soviet yang kala itu merupakan negara adidaya.