Indonesia bukan negara konflik, setidaknya meskipun pernah bergolak, kita sangat aman sekarang. Tak seperti Suriah di mana kita mungkin akan melihat peluru berdesingan di depan mata. Meskipun begitu, di negara kita ini bisa dibilang nyawa punya harga yang murah. Hal tersebut karena sistem dan juga tabiat masyarakatnya yang sudah familiar dengan hal-hal yang tidak benar.
Mati jadi hal yang wajar di Indonesia sebagai solusi dari masalah-masalah. Jika tak percaya, coba lihat lagi sudah berapa banyak nyawa-nyawa yang melayang tanpa arti. Sebagian mereka adalah korban dari ketidakadilan dan juga kepentingan segelintir orang yang menganggap para korban ini semacam gangguan yang harus disingkirkan. Tabiat masyarakat, ya, yang satu ini juga menjadi penyebab nyawa harganya murah di sini. Kecerobohan, ketidakpatuhan terhadap aturan, sampai mindset yang salah, jadi alasan kenapa hal tersebut bisa terjadi.
Tak percaya jika nyawa harganya murah di Indonesia? Berikut beberapa bukti yang pasti akan membuatmu mengangguk setuju.
1. Langgar Aturan di Jalan bisa Bikin Mati
Angka kematian tertinggi di negara kita disumbang oleh kecelakaan di jalan. Tingginya angka kecelakaan ini sebenarnya sudah bukan jadi hal yang mengejutkan ketika melihat bagaimana perilaku para pengguna jalan. Meremehkan aturan, egois dan ingin semua orang mengerti dirinya.
2. Jadi Aktivis Ancamannya Pasti Mati
Susah memang meneriakkan kebenaran di negara yang pentolannya sudah tidak benar. Sekali berkoar pakai megaphone pasti diciduk, dianggap provokator, hingga tuduhan anarkisme lain. Padahal sejatinya tidak akan pernah ada sosok-sosok penentang jika pada dasarnya negara sudah berjalan dengan benar.
3. Jadi Orang Benar pun Akan Gampang Mati
Menjadi penegak keadilan di tanah yang penuh dengan kepalsuan dan ketidakbenaran memang tantangannya besar. Ibaratnya seperti kita bernyanyi di tengah para haters. Masih selamat pun untung. Lalu apa hubungan analogi ini dengan murahnya nyawa di Indonesia? Ya, kalau diperhatikan lekat-lekat, di sini setiap orang benar pasti kena jegal.
4. Cinta Ditolak Juga Berpotensi Mati
Bunuh diri karena cinta ditolak sudah jadi hal yang tak lagi mengejutkan di Indonesia. Bahkan para pelakunya sendiri kebanyakan mereka yang sudah tua-tua, padahal logisnya makin tua seseorang maka makin dewasa pikirannya. Ya, sesimple masalah asmara ternyata mengundang kematian.
5. Emosi Sedikit Bisa Bikin Anak Orang Mati
Siapa sih yang bisa berpikir jelas ketika emosi. Tapi, hal tersebut lantas jangan jadi alasan membuat nyawa seseorang tak lagi ada harganya. Di sekitar kita, sudah berapa kali nyawa melayang percuma hanya gara-gara masalah sepele? Mungkin sudah ada puluhan, bahkan ratusan kalau dijumlahkan dengan daerah lain.
6. Masalah Ekonomi Juga Membuat Orang Memilih Mati
Semua orang ditakar Tuhan punya kemampuan dan masalahnya masing-masing. Jadi, jangan kira hanya yang miskin saja yang tak bisa tidur ketika malam. Mereka para CEO bahkan tak bisa tidur berhari-hari meskipun punya Mercy tumpuk delapan di rumahnya.
Semua hal ini nyata terjadi di hadapan kita. Dan masihkah menolak fakta kalau nyawa di Indonesia memang murah harganya? Wacana revolusi mental mungkin ada benarnya. Pasalnya, sudah saatnya bagi kita untuk pelan-pelan mengubah mindset agar Indonesia semakin menjadi bangsa yang besar.
Taati aturan, jangan halangi kebenaran, dinginkan kepala untuk menyelesaikan masalah, dan bekerja keras untuk mencukupi kebutuhan hidup. Inilah yang akan membuat martabat orang-orang Indonesia naik. Sehingga nyawa akan kembali pada derajatnya yang tinggi.