Tahu nggak kamu bahwa Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi beberapa waktu lalu menyatakan bahwa olahraga e-sport bisa masuk jadi materi pelajaran. Siapa sangka ya, kegiatan main game yang bagi orang-orang dulu dianggap penghambat prestasi anak, kini justru boleh masuk ke dalam pelajaran.
Alasan kenapa hal tersebut berbalik sedemikian rupa tak lain karena perkembangan e-sport itu sendiri. Sekarang jadi atlet gaming tak hanya soal kesenangan atau hobi, tapi bisa untuk pekerjaan masa depan bahkan bikin bangga jika mewakili pertandingan antar negara di level dunia.
Lalu seperti apa serunya jika e-sport masuk dalam pelajaran anak sekolah?
Akan jadi pelajaran terfavorit
Jika selama ini kalau ditanya pelajaran favorit siswa-siswa akan menjawab matematika atau bahasa Inggris, maka hal tersebut mungkin saja akan berubah saat e-sport jadi pelajaran. Bayangkan, sebuah pelajaran yang mendukung hobi mereka terutama para gamers. Tentu saja siswa-siswa akan sangat bersemangat, bahkan tidak akan bolos.
Materi pelajarannya seru-seru
Jika sudah jadi pelajaran, kira-kira materi kelas e-sport tentang apa ya? Tentu kita bisa membayangkan banyak hal. Misalnya pelajaran aiming untuk materi PUBG Mobile, atau bagaimana jadi tanker yang oke untuk materi Mobile Legend. Variasi pelajarannya akan sangat luas sehingga guru takkan kehabisan bahan bahkan untuk beberapa semester.
Memunculkan para gamer pro di sekolah
Lantaran dibina maka tak heran jika kelas e-sport akan memunculkan para gamer-gamer profesional. Umur mungkin masih SD atau SMP tapi skill bisa bersaing dengan pemain-pemain game kelas atas. Ini bisa jadi sangat positif lho. Misalnya akan mengharumkan nama sekolah seandainya alumninya benar-benar jadi gamer pro dan menjuarai kejuaraan bergengsi. Atau mungkin sesederhana memenangkan pertandingan e-sport antar sekolah.
Gurunya bisa gamer atau Youtuber
Lantaran kelasnya adalah e-sport maka gurunya pun harus paham dan handal terkait bidang tersebut. Sekarang ini rasanya belum ada sih kualifikasi guru yang seperti itu. Makanya, jika kelas ini serius digelar nama-nama gamer atau Youtuber gamer yang tenar bisa dipanggil. Tapi karena gaming itu sangat luas, maka bisa saja gurunya per materi game. Misalnya kelas PUBGM gurunya Bang Alex atau EJ Gaming, dan lain sebagainya.
Baca juga: Mengenal 4 Gamer eSport Indonesia yang Diam-diam Punya Kekayaan Fantastis
Seperti mimpi jadi nyata sih kalau sampai e-sport jadi pelajaran. Memang, sebaiknya bekal di sekolah itu adalah sesuatu yang benar-benar bisa dipakai di luar sana. Salah satunya ya ini. Tapi kalau dibikin kelas betulan mungkin wali murid yang pusing. Bagaimana tidak, mereka bakal ditagih uang iuran untuk membeli PC gaming atau smartphone bermain game. Tapi perlu diketahui jika e-sport tidak masuk dalam kurikulum nasional.