Kita sering mendengar bahwa hasil tidak akan mengkhianati usaha. Yang berarti jika kita berusaha sekuat dan sekeras mungkin, niscaya akan berbuah hasil yang melimpah. Nampaknya ini yang tercermin dari jalan hidup Candra Dewi Maharani. Kesulitan hidup tak membuat Candra Dewi menyerah, justru menjadi titik awal kesuksesannya.
Wanita berusia 23 tahun ini dikenal sebagai selebgram dan direktur muda dari salah satu produk kecantikan kulit. Padahal dulu bahkan ia hampir tak bisa mengicip rasanya duduk di bangku SMA. Bagaimana kisah perjuangannya dalam membangun bisnis dan kehidupan pribadinya? Mari simak selengkapnya.
Bakat bisnis muncul saat hampir tak bisa sekolah
Untuk bisa menjadi seperti sekarang, Candra Dewi telah memulainya dari umur yang sangat belia. Ketika teman-temannya mungkin sedang asyik main di mal atau punya hobi yang menguras uang saku, ia justru sedang berjuang agar bisa membayar uang sekolah. Ya, karena kendala biaya, orang tua Candra Dewi sempat memintanya untuk berhenti sekolah.
Keinginan punya produk sendiri hingga bertemu calon suami
Setelah berbisnis jual beli baju, Candra Dewi berkeinginan untuk punya produk sendiri. Ia pun banting setir, dari bisnis pakaian ke produk kecantikan. Dengan modal Rp600 ribu hasil sisa berjualan baju yang ditekuninya saat itu, Candra Dewi mulai berjualan hand and body lotion racikan.
Dirikan Kedas Beauty hingga punya pabrik sendiri
Dengan bantuan media sosial, Candra Dewi membangun bisnis kecantikannya. Yang semula hanya menjual hand and body lotion racikan, di tahun 2019 ia dan Alit Purnawan mendirikan Kedas Beauty. Bisnis tersebut ia tekuni dari kecil-kecilan hingga tiga tahun berlalu, Candra Dewi pun berhasil berhasil meraih omzet Rp1 miliar.
BACA JUGA: Shandy Purnamasari, Crazy Rich yang Sumbang 2 M dan Bagikan Ratusan Botol Hand Sanitizer
Sebagian orang mungkin hanya mengetahui Candra Dewi sebagai selebgram yang sering tampil dengan memamerkan uang atau berfoto di tempat yang fancy dan high class. Siapa yang sangka, untuk bisa sampai di titik tersebut, ia hampir pernah tak bisa melanjutkan sekolah.