Potret Jepang sebagai negara maju yang modern dan dikenal dengan kebersihannya, seolah berbanding terbalik ketika melihat sejenak ke sebuah kota yang bernama Kamagasaki. Meski menjadi bagian dari negeri Sakura tersebut, pemerintah tampaknya enggan menerima dan bahkan berupaya untuk ‘menghilangkannya’ dari peta.
Bisa dibilang, Kota Kamagasaki adalah sisi lain dari Jepang yang dipenuhi dengan gelandangan dan suasana kumuh. Para pengangguran dan lansia sangat mendominasi di wilayah tersebut. Tak heran jika pemerintah Jepang seakan-akan enggan menerima keberadaannya.
Para gelandangan tampak tidur di sudut-sudut jalan

Kota Kamagasai yang banyak didominasi oleh lansia

Sebuah jalan di Kamagaski yang penuh dengan barang-barang milik gelandangan

Beberapa warga Kamagaski tampak duduk santai di pinggir jalan

Seorang tunawisma tampak tertidur dengan pulas

Para lansia tampak bergembira meski di tengah kondisi yang tidak menentu

Suasana kota Kamagaski di kala malam tiba

Entah apa yang ada di pikiran warga Kamagasaki yang satu ini

Suasana kota Kamagasaki ketika dipotret dari ketinggian

Menonton TV dia area umum pada pagi hari
Sejarah Kota Kamagaski juga memiliki nama lain Airinchi-ku, ini tak lepas dari proyek skala besar bernama Shinsekai. Di mana para pekerja kemudian mendiami kota tersebut. Namun setelah proyek usai, tingkat pengangguran naik tajam sehingga membuat para buruh tersebut menjadi gelandangan di jalan-jalan. Gedung yang terbengkalai hingga kebersihan yang tidak terjamin, membuat pemerintah Jepang menghapus wilayah Kamagasaki dari peta negara.