Kehidupan bertetangga di tengah-tengah masyarakat terkadang menyisakan berbagai kisah yang unik sekaligus miris. Salah satunya seperti yang dialami oleh seorang pria bernama Wisnu Widodo, warga Desa Gandukepuh, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur.
Hanya karena masalah sepele, Wisnu pun harus menelan pil pahit lantaran depan rumahnya yang menjadi jalan masuk ditembok oleh tetangganya sendiri yang berinisial M. Alhasil, hal tersebut membuat dirinya harus memanjat tembok saat keluar dan masuk. Miris, tapi hal tersebut memang benar-benar nyata terjadi.
Kotoran ayam yang berujung penutupan akses keluar masuk dengan pagar tembok
Sejak 4 tahun, bapak 4 anak harus berjuang untuk sekedar keluar masuk rumahnya sendiri menggunakan kursi. Ini lantaran satu-satunya akses keluar masuk rumah ditutup tembok setinggi 1 meter oleh tetangganya sendiri, Mistun dan Edy. #CNNIDNewsHourhttps://t.co/ns6OyEQkD6 pic.twitter.com/TsfzhzUCaq
— CNN Indonesia Daily (@CNNIDdaily) July 24, 2020
Pembangunan tembok tersebut tak lepas dari rasa kesal M, lantaran kerap menginjak kotoran dari ayam peliharaan Wisnu yang sering tercecer saat lewat di depan rumahnya. Hal tersebut kemudian berujung pada perselisihan keduanya, di mana M yang diduga merasa emosi kemudian memutuskan untuk menutup depan rumah Wisnu dengan pagar tembok setinggi satu meter.
Terpaksa melompat pagar hingga lewat gang sempit
Sempat dimediasi oleh perangkat desa namun gagal
Dibawa ke pengadilan dan kasusnya dimenangkan oleh Wisnu
Sosok berinisial M yang tak mengindahkan putusan pengadilan
BACA JUGA: Rumah Terkepung Tembok Tetangga, Sang Pemilik Pilih Angkat Kaki dari Sana
Peristiwa yang terjadi di atas sejatinya amat sangat disayangkan karena belum menemui titik temu lantaran ketidakpedulian M sebagai tetangga. Terlebih, hal tersebut juga telah melibatkan perangkat desa hingga masuk ke pengadilan dengan putusan akhir yang jelas. Ya, semoga saja segera ada jalan keluar dari masing-masing pihak yang bertikai.