Sebagai negara yang dikenal dengan sumber daya alamnya (SDA) melimpah, Indonesia memiliki banyak tanaman yang bisa dikembangkan sebagai bahan pangan selain beras. Salah satunya adalah sorgum, sejenis gandum yang dapat bertahan hidup di wilayah yang beriklim tropis dan sub-tropis.
Sayang, keberadaan sorgum kerap dilewatkan dan sangat jarang dibudidayakan dengan serius. Padahal jika dikembangkan dengan benar, tanaman tersebut bisa menjadi alternatif pengganti beras dan jagung dan berbuah bisnis yang menguntungkan. Seperti apa bentuknya, simak ulasan Boombastis berikut ini.
Mudah dibudidayakan di tempat kering
Sorgum termasuk tanaman yang tidak sulit untuk dibudidayakan. Sebelum memulai proses penanaman, bibit sorgum bisa dijemur terlebih dahulu selama seminggu sambil mempersiapkan lahan yang digemburkan dengan cara dibajak atau dicangkul. Setelah siap, barulah sorgum ditanam.
Memiliki kandungan gizi yang tinggi
Biji sorgum diketahui memiliki kandungan penting yang dibutuhkan oleh tubuh seperti karbohidat yang terbagi pada tiga zat, yakni pati, serat dan gula terlarut (di antaranya adalah glukosa, sukrosa, maltosa, dan fruktosa). Protein yang dimilikinya pun seimbang dengan jagung.
Sorgum dapat menjadi bisnis yang menguntungkan
Melihat potensi yang ada, sorgum dapat dijadikan sebagai lahan bisnis di bidang pertanian yang menguntungkan. Seperti permintaan yang ada di luar negeri, sasaran konsumennya adalah mereka alergi dengan protein gluten sehingga sesuai dengan sorgum yang memang gluten free.
Kisah sukses dari mereka yang berhasil menanam sorgum
Banyak dari mereka yang membuktikan kesuksesannya menanam sorgum. Salah satunya adalah Muhammad Bayu Hermawan yang mengolah sorgum menjadi oleh-oleh khas lombok, yakni cookies sorghum. Berkat upaya keras pemuda asal Kalimantan Selatan itu, tanaman yang sebelumnya tak banyak dikenal tersebut perlahan mulai diketahui masyarakat.
BACA JUGA: Begini Cara Tanam Cabai Merah Sendiri di Rumah, Bisa Dijual dan Hasilkan Ratusan Ribu!
Melihat potensi yang ada, Sorgum yang dikembangkan dengan serius dapat menjadi sebuah potensi bisnis yang menguntungkan. Tak hanya soal ekonomi, tanaman ini juga bisa menjadi sarana dan tonggak menuju ketahanan pangan nasional sebagai alternatif di samping beras dan jagung. Mudah-mudahan semakin berkembang ya Sahabat Boombastis.