Cinta itu buta, kerap kali tidak menandang apapun. Menerjang segala hal yang menentangnya hingga bisa bermekaran dengan indah. Hal ini terjadi pada seorang pria yang berasal dari Taiwan ini. Bibit cinta yang dia tanam pada seorang gadis muda akhirnya tumbuh dan membuatnya ingin menikahinya.
Perbedaan usia dan tentangan orang tua tidak menjadikan keduanya luluh lantak. Justru hubungan keduanya kian terlihat sangat mesra hingga membuat kegegeran di seluruh penjuru Taiwan, bahkan dunia. Berikut kisah cinta lintas zaman yang ternyata benar-benar ada di dunia nyata. Mari kita simak bersama-sama.
1. Cinta Tidak Pernah Memandang Siapa Dirimu, Tapi Mengenalimu Sebagai Kebahagiaan
Li Kuncheng (58) sama sekali tidak pernah menyangka jika ia akan benar-benar jatuh cinta dengan Lin Jing-en (19) yang usianya terpaut nyaris 40 tahun. Sepintas, pasangan ini terlihat seperti kakek dan cucu gadisnya. Namun dua orang ini adalah pasangan yang sedang dimabukkan oleh cinta.
2. Aku Akan Berpura-Pura Tuli Untuk Mendapatkan Cintamu Seutuhnya
Hubungan yang dilakukan oleh Li dan Lin benar-benar mengguncang. Ibarat gempa, hubungan dari pasangan beda zaman ini bisa membuat seluruh isi kota runtuh tak bersisa. Li dianggap sebagai seorang yang hanya memanfaatkan Lin. Tidak mungkin gadis muda bisa tertarik dengan pria yang sudah tua dengan rambut beruban semua.
3. Aku Rela Melakukan Apa Saja Meski Nyawa Taruhannya
Hubungan yang dilakukan Li dan Lin sangat ditentang oleh ayah Lin. Hubungan ini dianggap tidak baik karena bisa membuat masa depan Lin akan hilang. Orang tua mana yang merelakan anak gadis mudanya menikah dengan seorang yang sangat tua? Bahkan usianya memiliki selisih 4 dekade.
4. Jika Memang Ini Sebuah Takdir, Maka Aku Rela Tenggelam di Dalamnya
Hubungan Li dan Lin dimulai saat Ayah Lin meminta Li menjadi guru untuk Lin. Saat itu, Lin memiliki kepribadian dan tingkah lagu yang sangat buruk. Ayah Lin meminta Li untuk mengajarkan anaknya tentang kehidupan yang lebih baik. Namun siapa sangka jika hubungan ini menjadi titik awal bertautnya takdir dua manusia ini.
5. Muara Dari Segala Rasa Adalah Ikatan Bernama Pernikahan
Hubungan yang dijalankan oleh Li dan Lin berjalan baru dua tahun. Namun kesungguhan di antara keduanya tidak bisa dianggap enteng. Lin meski masih muda rela mengorbankan segala masa mudanya untuk mendampingi Li sepanjang hidupnya. Li pun rela mengorbankan segala hidupnya untuk membahagiakan Lin apa pun caranya.
Apa pun yang nantinya akan terjadi pada Li dan Lin, semoga keduanya menjadi pasangan yang bahagia. Bisa diberi momongan dan membuktikan pada dunia jika cinta yang buta bukanlah sebuah ungkapan manis. Cinta yang buta benar-benar ada dan nyata.