Grup chat keluarga yang awalnya hening bagai kuburan, kini mulai hidup kembali. Alasannya apalagi kalau bukan tentang pemilihan presiden yang bakal dihelat 17 April mendatang. Bapak-bapak yang memenuhi grup chat biasanya saling melempar konten tentang kelebihan dari capres idolanya.
Tapi yang paling bikin ngeselin adalah mereka bisa cekcok di grup tersebut. Bahkan ada juga yang sampai meninggalkan grup karena sudah tak tahan dengan ocehan saudaranya yang maha benar. Hmm.. kalau sudah begini, apa yang perlu kita lakukan ya gengs?
Tidak menjawab pertanyaan tentang pilpres di grup chat
Perdebatan pilpres yang ada di grup chat, pasti dimulai karena ada yang menjawab. Awalnya sih memang diskusi, tapi pada akhirnya berantem karena tidak saling menyetujui pendapat satu dengan lainnya.
Menghindari menyebarkan konten yang berbau pilpres
Pada poin ini berlaku untuk diri sendiri ya. Adalah tidak menyebarkan konten yang berbau pilpres. Entah tentang presiden atau wakilnya, partai dan pejabat-pejabat lainnya.
Membuat aturan ketat pada grup chat
Untuk menghindari perdebatan di grup chat keluarga, kita sebagai yang muda dan berwawasan (cie..), perlu bertindak tegas menghadapi masalah ini. Tapi tentu tidak menggunakan kekerasan atau kata-kata kasar ya. Sahabat Boombastis bisa membuat aturan ketat mengenai pembicaraan yang bisa dibahas atau tidak pada grup.
Ini cara terakhir jika masih saja ada yang ngeyel
Aturan yang sudah kalian buat tidak berpengaruh? Ya sudah, cara ini adalah jalan satu-satunya yang bisa ditempuh. Dengan membuat grup baru yang khusus membahas masalah terkait presiden dan kawan-kawannya.
BACA JUGA :4 Alasan Ini Jadi Penyebab Masyarakat Indonesia Lebih Memilih Golput, Benar atau Tidak?
Fenomena pilpres memang tidak bisa dihindarkan di mana pun, salah satunya keluarga kita sendiri. Tapi jangan sampai lah silaturahmi kita dengan keluarga putus hanya karena perbedaan idola capres. Ingat, kalau kita sakit yang membantu adalah keluarga. Bukan capres yang akan kita pilih nantinya.