Keganasan para penghuni Pulau Sentinel sudah didengar oleh telinga banyak orang. Suku yang sangat primitive ini sangat menolak adanya campur tangan orang luar dalam kehidupan mereka. Tak heran jika nyatanya tak ada satu manusia pun yang berani menjamah kehidupan di tempat terasing kepulauan Andaman itu.
Tak perduli dengan kabar menakutkan yang tersebar, seorang warga Amerika bernama John Allen Chau punya keyakinan kuat untuk mendatangi Sentinel dan melihat kehidupan di dalamnya. Walaupun awalnya semua berjalan mulus, nasib malang pada akhirnya tetap menghampiri pria muda tersebut. Begini kisah lengkap perjalanan John Chau di Snetinel.
Caranya berhasil masuk ke Pulau Sentinel
Pulau Sentinel Utara adalah wilayah terjauh India. Karena kawasan tersebut sangat berbahaya, Sentinel dijaga oleh pihak berwenang India dan terlarang untuk dikunjungi. Bukan hanya demi keselamatan si pelancong, tetapi juga sebagai upaya menjaga budaya aslinya. Angkatan Laut India berpatroli di perairan sekitarnya, memastikan tidak ada orang yang mendekat.
Misi John Chau pergi ke Pulau Sentinel
John Allen Chau merupakan pria berumur 26 tahun lulusan Oral Roberts University. Dirinya dikenal sebagai petualang yang sangat ambisius. Mendaki gunung, berkemah di tempat terpencil, berkano, dan menjelajah setiap sudut indah dunia memang sudah menjadi bagian dari hidupnya.
Kronologi terbunuhnya John Chau
Ketika menyewa nelayan, Chau sebenarnya tidak sepenuhnya dilepas untuk menjelajahi Sentinel. Ia diawasi oleh nelayan dan teman yang menemani perjalanannya dari jarak yang tidak terlalu jauh, sehingga mereka bisa melihat apa yang dilakukan oleh Chau. Chau juga membawa sebuah jurnal untuk menulis semua hal yang dia alami saat berjumpa dengan para penghuni Sentinel, mulai dari sapaan yang tidak ramah, ancaman dengan panah, sampai kehadiran sang Kepala Suku mereka.
Catatan terakhir untuk keluarga
Sebelum menyuruh para nelayan pergi, Chau menitipkan jurnalnya (berisi sekitar 13 halaman) untuk diberikan kepada temannya. Isi dari jurnal itu adalah pengamatan budaya, arah, jarak, dan rincian dari dari perlakuan dari orang-orang Sentinel selama beberapa hari Chau mencoba singgah di sana. Sebelumnya nelayan yang mendampingi Chau melihat bagaimana tubuhnya diseret, dipanah dan ditombak, kemudian dikuburkan dalam pasir oleh para penghuni sentinel.
BACA JUGA: 5 Fakta Ngeri Sentinel, Suku Primitif Paling Sadis yang Pernah Ada
Hingga saat ini, tak ada satupun orang yang bisa kembali dengan selamat jika mengunjungi Sentinel. Mereka memakai cawat, berburu hewan, dan tinggal di gubuk, populasinya sekitar 50-100 orang, selain itu tak ada informasi lengkap lain yang bisa didapat. Para antropolog meyakini bahwa selama berabad-abad mereka hidup sendirian di pulau tersebut. Kemungkinan, mereka adalah nenek moyang orang pulau itu mungkin bermigrasi dari Afrika lebih dari seribu tahun yang lalu.