Ojek bukanlah sesuatu yang wah lagi di era sekarang, terlebih sudah ada yang sistemnya online. Tinggal install aplikasi di ponsel pintar, kamu akan dijemput sesuai lokasimu berada sekarang. Tak hanya mengangkut manusia saja, di Indonesia juga tersedia jasa pesan-antar makanan, kirim barang, serta minta dibelikan sesuatu di pasar bisa memakai jasa sang ojek.
Namun, di benua Afrika tepatnya ada hal yang tak biasa dibawa oleh para ojek ini. Mereka tidak mengangkut manusia, melainkan jenazah yang terlihat sedikit ekstrem dan mengerikan. Lantas, seperti apakah nyali para sopir yang berani membawa orang yang sudah meninggal ini? Langsung simak ulasan Boombastis berikut ya.
Boda-boda yang terkenal di Kongo
Upah ojek yang mahal dan menjanjikan
Praktik yang dilakukan oleh keluarga miskin
Ternyata Indonesia juga ada kejadian seperti ini
Praktik yang terjadi di Kongo dan Uganda ini juga beberapa kali digunakan oleh para masyarakat pelosok Indonesia. Seperti yang pernah dialami oleh masyarakat Sulawesi dan Kalimantan. Buruknya kondisi jalan yang tidak memungkinkan bisa dilalui mobil, membuat ojek menjadi satu-satunya alternative yang bisa membawa si mayat menuju peristirahatan terakhirnya. Di rumah sakit Ulin, Barjarmasin, Kalimantan juga sering terjadi hal serupa. Bila didapatkan keluarga mayat yang rumahnya tidak ada akses kendaraan roda empat, maka mayat akan dinaikkan ke ojek mayat.
Sebenarnya, jenazah yang sudah meninggal pun harus tetap diperlakukan sama seperti manusia yang hidup. Namun, dalam hal ini tak ada yang bisa disalahkan mengingat memang keluarga yang bersangkutan memiliki keterbatasan ekonomi serta ketersediaan fasilitas yang masih belum memadai. Semoga pelosok Indonesia yang masih menggunakan cara ini juga bisa mendapat kemudahan setara di kota ya Saboom.