Masih ingat dengan aktor Advent Bangun? Ia dahulu adalah pemain film laga yang sangat melegenda. Berkat bakatnya yang ada di dunia karate, membuat wajahnya tak pernah terlewatkan di berbagai film laga tahun 80an.
Tapi taukah kalian kalau aktor yang bernama asli Thomas Advent Perangin-angin Bangun ini memiliki jalan hidup yang tak terduga? Yang karirnya dulu bersinar sekarang ada kabar bahwa dirinya sudah tak berdaya lagi. Hmm.. memang kehidupan seseorang tak akan pernah ada yang tahu
1. Menjadi pegawai negeri sekaligus atlet nasional
Perjalanan karir yang dijalani Advent Bangun berawal dari profesinya sebagai pegawai negeri. Ia bekerja di kantor Bea dan Cukai daerah Tanjung Balai, Karimun. Tak hanya berdiam diri di tempat, aktor yang kerap disandingkan dengan Barry Prima ini ingin sekali menjadi atlet yang bertaraf nasional.
2. Atlet karate yang go internasional dan bertalenta di dunia film
Tak hanya menjadi atlet yang berskala nasional, aktor kelahiran 12 Oktober ini telah menjadi karateka bertaraf internasional. Kegigihan dalam berkarate membuatnya meraih kejuaraan di berbagai pertandingan. Oleh sebab itu, para produser tertarik dengan keahliannya yang sangat cocok untuk bermain di film laga.
3. Tak lagi kuat, ia memutuskan untuk jadi pendeta
Tahun 2000 merupakan berakhirnya Advent Bangun di dunia keartisan. Badan yang sudah tak lagi kuat serta umur yang telah mencapai 60an adalah alasannya untuk menarik diri dari layar kaca. Berhentinya ia bukan berarti tidak melakukan apapun dalam hidupnya, ternyata pria bertubuh kekar ini memutuskan untuk menjadi pendeta.
4. Sakit gagal ginjal yang terus menggerogoti tubuhnya
Tak disangka, aktor yang dahulu memiliki tubuh yang kuat dan kekar sekarang menjadi kurus kering dan tak berdaya. Kondisi tersebut disebabkan oleh sakit gagal ginjal yang dideritanya. Karena sudah terlalu parah, Advent Bangun harus menjalani perawatan cuci darah.
Perjalanan hidup Advent Bangun sangat tak disangka. Yang awal karirnya sungguh cemerlang ternyata sekarang menderita gagal ginjal. Dari sini bisa disimpulkan bahwa setiap orang seperti roda berputar yang kadang di atas atau di bawah. Sehingga jangan pernah untuk menjudge orang jika ia sedang dalam masa sulit. Bisa saja dia kedepannya bisa melebihi kesuksesan hidup kita.