Beberapa waktu yang lalu timnas Indonesia menduduki peringkat yang memuaskan dalam ranking FIFA. Tidak tanggung-tanggung, tim garuda sampai melaju 11 peringkat dari posisinya yang dulu. Namun sayang hal itu dirasa tidak cukup, pasalnya masih ada banyak PR buat kita, terutama bisa tembus piala dunia.
Masih soal timnas Indonesia, beberapa cara dilakukan sebagai pembenahan kualitas, salah satunya adalah merekrut para pemain-pemain keturunan Indonesia di luar negeri. Meskipun demikian, ternyata tidak semua bintang bola keturunan Indonesia itu langsing gabung dengan skuad merah putih. Semisal Radja Nainggolan, Lunggo dan lain-lain. Nah pertanyaan, kalau seandainya dulu mereka menyatakan bergabung, apa yang terjadi ya?
Bersiaplah karena timnas bakal menggebrakkan panggung Asia, ranking FIFA naik drastis
Jika benar para pemain sekelas Radja Ninggolan hingga Sandy Walsh benar-benar “pulang kampung” bakal tidak aneh kalau Indonesia bakal jadi mimpi buruk buat Asia. Pasalnya bukan hanya mereka para pemain kelas dunia yang masih ada darah bumi pertiwinya, masih banyak lagi bintang bola di lapangan hijau Eropa siap memperkuat kita.
Atribut timnas Indonesia juga bakal jadi rebutan, Barcelona pun lewat
Adanya komposisi pemain yang luar biasa itu pastinya juga akan banyak mengundang fans untuk berdatangan. Apalagi kalau Indonesia sampai menjuarai ajang di Asia bahkan masuk dalam piala dunia. Dengan prestasi gemilang yang seperti itu pastinya juga berdampak pada bakal membeludraknya jumlah penggemar yang ada.
Siap-siap pengeluaran gede, karena bayaran pemain nggak sedikit
Dan tentu dengan adanya para pemain bintang itu pasti bakal ada pengorbanan uang yang luar biasa. Pasalnya di negara asalnya sana, mereka sudah digaji luar biasa banyak. Bayangkan saja, AS Roma siap mengucurkan dana 78 Miliar hanya untuk mempertahankan Radja Nainggolan untuk tetap membela timnya, belum lagi Sandy Walsh yang dibayar 15 Miliar, belum pemain lain.
Masalah terbesar adalah jika para pemain naturalisasi tidak sesuai ekspektasi
Masalah lain yang sering ditemui dalam naturalisasi adalah jika ternyata kualitas pemain tidak seperti yang kita harapkan. Bukan berarti mereka buruk, namun karena adanya satu dan beberapa hal, membuat mereka melempem saat diboyong ke bumi pertiwi. Misalnya saja, van Beukering pemain asal Belanda yang dulu digadang jadi kartu AS Indonesia, ternyata saat laga skillnya biasa saja, bahkan di bawah rata-rata.
Memang membawa nama-nama besar di kancah sepak bola Eropa kembali ke bumi pertiwi memang sudah jadi impian sejak dulu. Namun kembali lagi, jangan lupa dengan pemain asli kita yang sejatinya juga gak kalah dengan naturalisasi. Buktinya sudah banyak kok anak asli Indonesia yang jadi berjaya di luar negeri.