Heboh kasus pembobolan ATM di Kediri beberapa hari lalu, mengindikasikan modus yang digunakan para kawanan maling tersebut sangat canggih. Dengan menggunakan tekning skimming, uang nasabah pun bisa berpindah tempat dengan sangat mudah. Namun ternyata, ada teknik lain yang juga tak kalah menakutkan dari cara diatas. Nama teknik tersebut adalah Jackpotting!

Seperti yang diketahui, Jackpotting merupakan modus peretasan baru yang diklaim lebih canggih dari teknik skimming. Berbeda dengan teknik lainnya, Jackpotting mengharuskan penggunanya memakai software yang dirancang secara khusus agar uang dapat keluar dari mesin ATM dengan sendirinya. Seperti apa bentuk dari Jackpotting tersebut? simak ulasan berikut.

Modus pencurian yang ditemukan oleh perushaan ATM

Diebold Nixdorf Inc, salah satu penyedia mesin ATM [sumber gambar]
Dua pabrikan ATM kenamaan dunia, Diebold Nixdorf Inc and NCR Corp, baru-baru ini membeberkan sebuah serangan canggih sekaligus lebih mematikan untuk merampok ATM. Teknik yang diberi nama Jackpotting tersebut, mampu menguras uang korbannya secara paksa dengan menggunakan sebuah perangkat lunak khusus. Temuan mengejutkan ini menjadi peringatan serius, terutama bagi pengguna ATM di dunia yang jumlahnya mencapai miliaran.

Mengincar negara-negara maju

Ilustrasi membobol ATM di Amerika Serikat [sumber gambar]
Jackpotting diketahui telah mengincar sejumlah ATM di kota-kota besar dunia. Salah satunya Amerika Serikat. Bahkan, badan rahasia AS, Secret Service, sampai harus memberikan perhatian khusus mengenai masalah tersebut. Mesin ATM yang terletak di area publik seperti apotek, toko ritel modern yang letaknya berjauhan dari bank konvensional, merupakan sasaran empuk yang diincar kawanan maling siber tersebut.

Kasus pencurian yang telah terjadi sejak 2016

Kasus Jackpotting pernah diungkap Group IB pada 2016 silam [sumber gambar]
Diketahui, kasus peretasan dengan modus Jackpotting telah dilaporkan pada 2016 silam. Adalah badan siber kenamaan asal Rusia, Group IB, yang melaporkan kejadian tersebut setelah ditemukannya berbagai kasus di lebih dari selusin negara Eropa. Yang menakutkan, negara di kawasan Asia Timur, Taiwan dan Thailand, ditengarai sudah terkena kasus pembobolan dengan modus Jackpotting tersebut. Bahkan, sekelompok Hacker asal Taiwan telah berhasil menggasak uang sebesar $ 2 juta dengan menggunakan teknik Jackpotting.

Teknik yang digunakan untuk melakukan Jackpotting

Ilustrasi teknik Jackpotting [sumber gambar]
Untuk melancarkan aksinya, kawanan maling tersebut menyamar menjadi seorang teknisi terlebih dahulu. Setelah itu, mereka berpura-pura memeriksa mesin ATM dengan dalih servis rutin. Menggunakan laptop, mereka masuk ke dalam konfigurasi sistem ATM dan memasukan program jahat berupa Malware, termasuk mengganti hard disk di dalamnya. Langkah terakhir, para peretas tersebut segera melakukan format ulang pada mesin ATM agar program perusak yang dimasukan sebelumnya, bisa terpasang pada sistem utama ATM.

Jackpotting di Indonesia

Ilustrasi ATM di Indonesia [sumber gambar]
Seperti yang diketahui, Jackpotting merupakan teknik pencurian yang menyasar mesin ATM dengan merk tertentu seperti buatan Diebold Nixdorf Inc dan NCR Corp. Yang mengkhawatirkan, kedua perusahaan ATM tersebut  mesinnya banyak digunakan dua dari empat penyedia jasa layanan ATM di Indonesia. Meski belum ada kejadian secara pasti, cepat atau lambat, kawanan maling tersebut bisa saja beraksi di Indonesia menggunakan modus Jackpotting.

Cara mencegah serangan Jackpotting

Sistem yang rentan diserang Jackpotting [sumber gambar]
Karena teknik Jackpotting memerlukan akses secara fisik pada mesin ATM, langkah pencegahan yang bisa dilakukan adalah memperbarui sistem firmware dan merubah setting konfigurasi kemanan pada ATM. Selain itu, penempatan kamera pegawas atau petugas khusus yang mengawasi ATM, juga bisa meminimalisir kejadian tersebut. Untuk Indonesia sendiri, kebanyakan mesin ATM masih menggunakan sistem operasi Windows XP yang sudah ketinggalan jaman. Hal ini sangat rentan sekali. Mengingat, dukungan keamanan pada Windows XP telah dihentikan pihak Microsoft pada 2014 silam.

Meski teknik pencurian ATM dengan modus Jackpotting belum ditemukan di Indonesia, cepat atau lambat, hal tersebut pasti akan terjadi. Selain banyak masyarakat indonesia yang belum melek teknologi, sistem keamanan yang lemah pada ATM-nya, membuat para Hacker tersebut akan mengincarnya sebagai korban yang potensial. Mudah-mudahan, kejadian semacam ini tidak pernah ada di Indonesia.