Ulah Hacker atau pembobol sistem komputer akhir-akhir ini memang sangat meresahkan. Sudah tak terhitung lagi kerusakan dan dampak yang ditimbulkannya selama beraksi. Yang menakutkan, mereka juga tak segan-segan menyebarkan virus berbahaya yang dapat melumpuhkan jaringan komputer hanya dalam hitungan menit.
Di Indonesia sendiri, banyak Hacker yang justru meretas sistem komputer di luar negeri. Seperti baru-baru ini yang terjadi, kawanan Hacker asal Surabaya yang bernama Surabaya Black Hat atau SBH, melakukan kejahatan digital dengan membobol sebanyak 600 situs di 44 negara berbeda. Seperti apa sepak terjangnya penyusup digital tersebut? simak ulasan dibawah ini.
Belajar dan Tergabung dalam sebuah organisasi khusus
Seperti yang diketahui, para peretas akun-akun pada website luar negeri tersebut, merupakan sekumpulan orang yang ada pada satu organisasi. Surabaya Black Hat (SBH), merupakanperkumpulan yang menaugi ketiga penjahat cyber yang telah menjadi tahanan Polisi tersebut.
Hanya butuh 5 menit untuk bobol akun-akun penting
Kasus pembobolan yang dilakukan oleh ketiga Mahasiswa sebuah perguruan tinggi tersebut, tergolong sangat cepat dan sulit dideteksi. Menggunakan sebuah teknik yang bernama Penetration Testing atau pentest, mereka leluasa memasuki komputer orang lain secara ilegal.
Mengancam dengan uang tebusan
Setelah berhasil merusak sistem kemanan pada komputer korban, para Hacker tersebut mengirim sebuah email pada korbannya untuk membayar sejumlah uang tebusan. Mata uang yang digunakan pun, merupakan jenis digital yang bisa dibayarkan ke dalam akun Paypal dan Bitcoin.
Mampu kantongi uang ratusan juta rupiah dalam setahun
Sesuai dengan bukti yang tercatat, kelompok Hacker ini sudah bekerja pada 3.000 sistem elektronik di seluruh negara di dunia, termasuk Indonesia. Ada 600 website yang telah berhasil diretas oleh kawanan perampok digital tersebut.
Ditangkap Polisi Indonesia yang bekerjasama dengan FBI
Setelah kasusnya mencuat, pihak Indonesia yang bekerjasama dengan IC3 ( Internet Crime Complaint Center) dan FBI Amerika Serikat, segera berkoordinasi. Hasilnya, para tersangka tersebut ditangkap di rumahnya yang berada di kawasan Gubeng, Surabaya. Sebenarnya, Polisi telah mengincar enam orang sebagai pelaku utama atas kejadian tersebut.
Kejadian pencurian serta pemerasan yang dilakukan secara eletronik tersebut, tak pelak bak dua sisi mata uang yang berlainan. Pada satu sisi kehebatan Hacker Indonesia kian diakui dunia internasional, namun di sisi yang lain, kegiatan tersebut justru mencoreng nama baik Indonesia di mata dunia. Semoga kedepannya, para Hacker jenius tersbeut, mengalihkan kemampuannya tersebut, ke dalam bidang yang lebih positif. Misalnya, menjaga kemanan jaringan internet Indonesia dari serangan Hacker negara lain.