Dalam sebuah tingkatan keluarga, fakta anak kedua sangat menarik untuk dibahas. Tak seperti anak pertama, mereka yang termasuk sebagai bocah bungsu tersebut, cenderung mempunyai sisi unik yang lain daripada saudara-saudara mereka. Termasuk dalam percintaan, anak nomor dua juga dianggap kurang ideal menjadi seorang kekasih. Meski begitu, tetap ada beberapa gambaran positif bagi anak kedua tersebut.

Tak jarang, mereka kerap terlibat konflik dengan anggota keluarga lainnya. Terlebih jika dikaitkan dengan sebuah fakta anak ke 2 dari 2 bersaudara yang mempunyai sisi lain dan tersembunyi. Bagi keluarga yang telah mempunyai anak, tentu akan paham dengan kondisi dan ciri-ciri tersebut. Seperti apa sosok anak kedua ini? simak ulasan berikut

Anak Kedua dikenal mudah terbawa perasaan alias baperan

Ilustrasi sering baperan

Dalam kehidupan bersaudara, mungkin ada saja masalah-masalah kecil yang dapat menyentil keharmonisan tersebut. fakta anak kedua bungsu membuktikan, mereka kerap merasa baperan alias terbawa perasaan, manakala ada sesuatu hal yang dianggapnya kurang beres. Tak jarang, posisinya sebagai anak kedua yang jarang didengar pendapatnya, menjadi lebih sensitif dan kerap menelan keluhannya seorang diri. Ada yang ngerasa seperti itu Saboom?

Anak kedua dikenal bersikap ramah dan sopan

Ilustrasi anak kedua bersikap sopan

Meski terkadang dikenal sering baperan, anak kedua cenderung pandai menempatkan diri dan bersosialisasi dengan lingkungannya. Sikap ramahnya, menajdi andalan untuk meraih simpati dari orang-orang sekitarnya. Hal ini ditunjukan dengan seringnya anak kedua menunjukan sikap ingin membahagiakan orang lain. Di sisi lain, anak kedua cenderung menghindari pertemanan beresiko tinggi yang dapat mengancam pertemanan mereka di kemudian hari.

Sering merasa sendiri dan terasingkan

Ilustrasi sering merasa terasing

Posisinya yang ditengah sebagai anak kedua, terkadang membuat sosok ini sering merasa kesepian. Fakta anak kedua ini, biasa ditemui bagi mereka yang mempunyai saudara lebih dari dua. Jika mereka menyebabkan suatu permasalahan, keluhan yang disampaikan jarang didengar oleh naggota keluarga lain yang cenderung lebih perhatian ada anak bungsu dan si sulung. Meski tak sepenuhnya benar. kondisi tersebut membuat anak kedua cenderung menjadi sosok yang terasing diantara keluarga. Kasihan ya Saboom.

Figur yang kurang baik menjadi seorang kekasih

Ilustrasi tak bisa menjadi kekasih yang baik

Fakta anak kedua dalam percintaan, memang sangat menarik untuk ditelusuri. Mereka cenderung sulit untuk bekerjasama dan mematuhi peraturan yang dibuat secara konsisten. Mereka cenderung menjadi penyebab masalah dalam sebuah hubungan dan terkenal tidak suka jika ruang geraknya dibatasi.Tak jarang, mereka juga kadang merasa tak nyaman dalam nejalani suatu hubungan serius denga seseorang. Hal inilah yang menyebabkan mereka dinilai sebagai sosok yang kurang ideal untuk menjadi seorang kekasih.

Sosok yang cenderung memberontak dan sulit diatur

Ilustrasi semaunya dan Sulit diatur

Pribadinya yang keras menjadi salah satu sebab, mengapa anak kedua sangat sulit diatur. Hal ini sering terjadi pada sebuah keluarga yang memiliki banyak anak. Tak heran jika ia mempunyai jiwa pemberontak dibandingkan dengan saudara-saudaranya yang lain. Bukan tanpa sebab. Anak kedua sering menganggap dirinya selalu mengalah terhadap saudara lainnya. Untuk mengatasi kondisi tersebut, ia nekat berbuat apa saja agar hingga tak ada yang berani menghalangi niatnya tersebut. Serem juga ya Saboom.

Meski tak sepenuhnya benar, ulasan seputar fakta anak kedua diatas mungkin bisa saja terjadi dalam sebuah keluarga. Yang jelas, meski terkenal dengan sikap dan gayanya yang khas, mereka juga merupakan saudara kandung kita. Saling menghormati dan menjaga sikap satu sama lainnya, bisa menjadi sebuah kunci kesuksesan dalam mempererat hubungan antar saudara.