Sebagai musik yang legedaris, dangdut memang telah menunjukkan kiprahnya di dalam negeri. Bukannya semakin turun, pamor dangdut makin lama justru menjadi semakin baik. Hal itu bisa dilihat dari munculnya idola-idola dangdut baru yang ternyata masih berusia sangat muda saat ini. lagu dangdut semakin lama juga seakan mengalami evolusi yang tak hanya bermain di ranah klasik saja tetapi juga menjamah genre lain seperti pop, rok, bahkan reggae.
Selain itu jangan dikira bahwa menyanyi dangdut adalah persoalan mudah, karena ada banyak sekali teknik yang harus diperhatikan sampai nyanyian kita sempurna. Dan sadarkah kalian bahwa ternyata teknik bernyanyi dangdut ini bisa dianalogikan dengan kehidupan kita loh. Ada beberapa pelajaran yang sebenarnya bisa kita petik dari teknik-teknik menyenyi tersebut seperti di bawah ini.
Intro sebagai kesan pertama
Pada beberapa lagu dangdut biasanya akan ada bagian di mana sang penyanyi diijinkan memulai lagu dengan versinya dengan diiringi musik minimalis hanya di awal lagu. Tertarik tidaknya pendengar dengan sang penyanyi sepenuhnya ditentukan dari bagian ini. Bila dia bisa menyanyikannya dengan baik maka orang lain akan setia mendengarkan lagu sampai habis, tapi jika di bagian ini dia gagal maka pendengarnya bisa jadi mengubah lagunya.
Dinamika sebagai seni kehidupan
Dalam bernyanyi dangdut, para biduan selalu dituntut untuk bisa menyajikan performa terbaik salah satunya dengan penggunaan teknik dinamika. Dinamika ini berarti dalam sebuah lagu sang penyanyi harus tahu kapan harus bernyanyi dengan suara lantang dan lembut agar terdengar indah. Karena tidak semua lagu akan bagus jika menggunakan suara lantang.
Cengkok untuk pemanis
Yang namanya dangdut pastilah identik dengan cengkoknya. Orang bilang dangdut tanpa cengkok sama saja dengan sayur tanpa garam, karena yang menjadi pembeda dangdut dengan genre lainnya adalah cengkok itu sendiri. Dan kemampuan bernyanyi dengan meliuk-liuk itu juga bukan perkara mudah untuk dilakukan.
Repetisi dan improvisasi untuk kemampuan menghadapi masalah
Ada beberapa lagu dangdut yang liriknya berjenis repetitif atau pengulangan saja. Lagu yang seperti ini memang mudah untuk dihafal karena liriknya yang sedikit. Namun lagu semacam ini juga bisa menjadi tantangan cukup sulit ketika kita diminta memberikan improvisasi yang berbeda dalam setiap repetisinya. Hal itu penting agar pendengar tidak bosan dengan lirik yang itu-itu saja.
Sama seperti menyanyi dangdut, dalam hidup kita butuh yang namanya dinamika, cengkok, improvisasi dan sebagainya. Pemanis-pemanis itu dibutuhkan agar hidup ini jadi lebih berwarna dan nggak melulu statis. Jadi nyanyian dangdut tidak semata-mata bisa menghibur penontonnya saja tetapi juga bisa memberikan pelajaran positif untuk kita semua.